Penjual Sirih di Aceh Barat Raup Omzet hingga Rp500 Ribu per Hari

  • 11 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Usaha menjual sirih di Kabupaten Aceh Barat masih menjadi salah satu mata pencaharian yang menjanjikan. Tingginya permintaan masyarakat terhadap sirih untuk kebutuhan konsumsi maupun adat membuat sejumlah pedagang mampu meraih omzet hingga Rp500 ribu per hari.

Salah seorang penjual sirih di Gampong Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Cut Melayani, mengaku dalam sehari mampu membukukan penjualan sekitar Rp300 ribu. Namun, tingginya permintaan belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena seluruh proses penjualan dikerjakan seorang diri.

"Alhamdulillah, penjualan bisa mencapai sekitar Rp300 ribu per hari. Tetapi saya bekerja sendiri sehingga terkadang belum mampu melayani seluruh permintaan pelanggan," ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Hal senada disampaikan Aishah, pedagang sirih di kawasan Simpang KB, Gampong Drien Rampak. Ia mengatakan omzet penjualannya dapat mencapai Rp500 ribu bahkan lebih setiap harinya, terutama saat permintaan meningkat.

Meski demikian, menurutnya, ketersediaan bahan baku seperti daun sirih dan buah pinang masih menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

"Kadang-kadang pembeli datang cukup banyak, tetapi stok daun sirih atau pinang sedang habis sehingga tidak semua permintaan bisa kami layani," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Abu Rangkileh, mengaku pernah kesulitan mendapatkan sirih saat membutuhkannya, baik untuk konsumsi pribadi maupun keperluan adat, seperti penyambutan linto baro.

Menurutnya, beberapa kali ia harus menunggu karena pedagang kehabisan stok daun sirih maupun pinang. Bahkan, saat mendatangi lapak lain, kondisi serupa juga ditemui akibat terbatasnya pasokan bahan baku.

Abu Rangkileh berharap para pedagang sirih terus mengembangkan usahanya mengingat peluang pasar masih cukup besar.

"Usaha ini sangat menjanjikan. Kalau dikelola dengan baik dan pasokan bahan baku tersedia, pendapatannya bisa sangat membantu perekonomian keluarga," ujarnya.

Selain menjadi komoditas konsumsi, sirih juga memiliki nilai budaya yang kuat di Aceh. Tradisi menghidangkan sirih masih dijumpai dalam berbagai kegiatan adat dan acara seremonial, sehingga permintaan terhadap komoditas tersebut tetap terjaga dan menjadi peluang usaha yang terus diminati masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....