Giok Nagan Raya Kantongi HKI, Pemkab Gencarkan Promosi Nasional
- 03 Jul 2026 00:50 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Suka Makmue - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus memperkuat promosi batu giok khas daerah setelah resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi unggulan daerah, Kamis, 2 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang nasional, promosi antardaerah, serta pengembangan industri kerajinan berbahan batu giok.
Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, mengatakan batu giok merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pengembangan batu giok harus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Promosi batu giok khas Nagan Raya terus kami lakukan. Ini merupakan kekayaan alam yang harus kita manfaatkan secara baik agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Raja Sayang.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya secara konsisten mengikuti berbagai kontes batu mulia sebagai strategi memperluas pengenalan batu giok kepada masyarakat dan komunitas pecinta batu mulia. Keikutsertaan tersebut juga menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas batu giok asal Nagan Raya di tingkat nasional.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif setelah batu giok Nagan Raya kembali meraih juara pada kontes batu mulia bergengsi yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, batu giok asal Nagan Raya juga pernah tampil dalam kontes serupa di Kota Medan, Sumatera Utara.
“Keikutsertaan dalam berbagai kontes ini menjadi langkah nyata untuk memperkenalkan batu giok Nagan Raya sekaligus membuktikan kualitasnya mampu bersaing dengan batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Raja Sayang menuturkan Kabupaten Nagan Raya selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu giok berkualitas tinggi di Aceh. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan melalui inovasi agar memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurutnya, batu giok tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk batu mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Produk tersebut antara lain berupa cincin, gelang, kalung, papan nama, tongkat komando hingga berbagai cendera mata khas daerah.
“Saya mengajak para pelaku usaha dan pengrajin di Nagan Raya untuk terus berinovasi sehingga batu giok dan hasil kerajinan daerah dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.
Sebagai bentuk promosi, Raja Sayang menyerahkan cendera mata berupa papan nama berbahan batu giok dan gelang giok kepada Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat beberapa waktu lalu. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan promosi sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan industri kerajinan batu giok.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Raja Sayang juga mengunjungi sentra pengrajin batu hijau di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi itu, ia berdialog langsung dengan pengrajin batu, Mulyono, serta melihat proses pengolahan batu mulai dari pemotongan, pembentukan hingga tahap akhir atau finishing.
Raja Sayang menilai pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam mengembangkan industri batu giok lokal yang lebih maju. Ia berharap promosi yang terus dilakukan, didukung inovasi para pengrajin, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadikan batu giok Nagan Raya sebagai ikon unggulan daerah yang dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....