BPS Catat Inflasi Meulaboh 3,89 Persen, Terendah di Aceh

  • 02 Jul 2026 10:03 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat mencatat Kota Meulaboh mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,89 persen pada Juni 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan daerah lain yang menjadi kota pantauan inflasi di Provinsi Aceh.

Kepala BPS Kabupaten Aceh Barat, Devi Indriastuti, SST, M.Si, Rabu 1 Juli 2026 mengatakan secara tahunan Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,25 persen, disusul Kabupaten Aceh Tamiang 6,45 persen, Kota Banda Aceh 5,54 persen, Kota Lhokseumawe 5,07 persen, sedangkan inflasi Provinsi Aceh tercatat 5,84 persen.

Inflasi tahunan di Meulaboh dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan 3,84 persen, pakaian dan alas kaki 4,57 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,64 persen.

Kemudian perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,78 persen, kesehatan 1,75 persen, transportasi 2,36 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,87 persen, pendidikan 3,45 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 8,07 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 6,69 persen.

"Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga, yakni sebesar 0,28 persen," ujar Devi.

Ia menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan di Meulaboh antara lain emas perhiasan sebesar 0,54 persen, nasi dengan lauk 0,39 persen, cabai merah 0,22 persen, tomat 0,19 persen, dan bensin 0,17 persen.

Sebaliknya, komoditas yang memberikan kontribusi terhadap deflasi tahunan meliputi popok bayi sekali pakai (diapers) sebesar 0,10 persen, ikan cakalang/ikan sisik dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu masing-masing 0,06 persen, angkutan udara 0,05 persen, serta ikan tuna 0,02 persen.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat Meulaboh mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,03 persen pada Juni 2026. Kondisi ini berbeda dengan Provinsi Aceh yang justru mengalami inflasi bulanan sebesar 0,56 persen.

Devi menyebutkan, deflasi bulanan di Meulaboh dipicu oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,76 persen, kelompok kesehatan 0,03 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,32 persen.

Komoditas yang paling besar menyumbang deflasi bulanan adalah tomat sebesar 0,24 persen, popok bayi sekali pakai 0,10 persen, ikan cakalang/ikan sisik 0,07 persen, ikan dencis 0,04 persen, dan jeruk nipis/limau 0,03 persen.

Sementara komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi bulanan di Meulaboh adalah bensin sebesar 0,14 persen, ketupat/lontong sayur 0,11 persen, nasi dengan lauk 0,10 persen, beras 0,06 persen, serta bawang merah 0,05 persen.

Devi menambahkan, meskipun Meulaboh masih mengalami inflasi secara tahunan, tekanan harga relatif lebih terkendali dibandingkan daerah lain di Aceh. Namun demikian, fluktuasi harga pangan, energi, dan berbagai komoditas konsumsi masyarakat tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi perkembangan inflasi di wilayah Meulaboh.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....