Bupati Aceh Barat Dorong Penguatan Pembinaan Generasi Qurani
- 25 Jun 2026 13:30 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Aceh Barat di Aula Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Kamis, 25 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas strategi pembinaan generasi Qurani serta upaya peningkatan prestasi daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan LPTQ harus menjadi motor penggerak dalam membangun budaya cinta Al-Qur'an di tengah masyarakat. Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan sejak usia dini.
"Harus ada prestasi yang kita capai. Karena itu, pembinaan harus diperkuat dan melibatkan semua pihak, termasuk dayah-dayah yang menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Qurani," kata Tarmizi.
Ia juga mendorong perluasan program pembinaan Al-Qur'an hingga ke lingkungan sekolah melalui program LPTQ Masuk Sekolah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/MA.
"Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Aceh Barat yang buta aksara Al-Qur'an atau tidak mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Pembinaan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar," ujarnya.
Selain penguatan literasi Al-Qur'an, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatihan bagi qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang-cabang MTQ lainnya agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Tarmizi menerima berbagai masukan dari pengurus LPTQ terkait program pembinaan, kebutuhan peningkatan kapasitas peserta, serta tantangan pendanaan yang dihadapi dalam pengembangan kegiatan keagamaan di daerah.
Sebagai langkah percepatan peningkatan prestasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mempercepat pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang sebelumnya dijadwalkan pada 2027. Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat proses pembinaan dan memberikan waktu yang lebih panjang bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat Provinsi Aceh.
Bupati juga meminta Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ sebelumnya di Kabupaten Pidie Jaya, mulai dari sistem pembinaan, proses seleksi peserta hingga capaian prestasi yang diraih kontingen Aceh Barat.
"Evaluasi harus dilakukan secara objektif agar kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Pembinaan harus lebih terarah dan seleksi peserta dilakukan secara ketat mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten," katanya.
Tarmizi menargetkan Aceh Barat mampu menembus lima besar pada MTQ tingkat Provinsi Aceh di masa mendatang. Selain itu, ia berharap lahir lebih banyak qari dan qariah berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Menurutnya, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak dini mengingat Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028. Karena itu, pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas peserta.
"Kita ingin Aceh Barat memiliki duta-duta Al-Qur'an yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang serius dan berkelanjutan, saya yakin target tersebut dapat kita capai," ucap Tarmizi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....