Kapolda Aceh Jamin Keamanan Investor, Dukung Hilirisasi Migas

  • 24 Jun 2026 21:44 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh saat menghadiri rapat migas Blok Andaman di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2026. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab isu keamanan investasi yang muncul dalam pembahasan pengembangan sektor migas di Aceh.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan jaminan keamanan bagi seluruh investor yang ingin menanamkan modal di Aceh. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menghilangkan keraguan yang selama ini berkembang terkait situasi keamanan daerah.

“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silakan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Marzuki Ali Basyah.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya pembahasan terkait keamanan dan kenyamanan investasi dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Rapat berlangsung di ruang rapat Sekda Aceh dan dihadiri anggota DPR Aceh, SKPA, staf ahli gubernur, guru besar migas, serta para pakar migas.

Dalam rapat itu, seluruh peserta menyampaikan dukungan terhadap upaya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang mendorong agar gas dari Blok Andaman diproses di Kawasan Ekonomi Khusus Arun, Lhokseumawe. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” ujar Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala.

Rapat juga mengungkap hasil sejumlah pertemuan Tim Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman dengan SKK Migas dan Mubadala Energy. Dalam pertemuan tersebut, pihak investor disebut masih mempertanyakan aspek keamanan dan kenyamanan berinvestasi di daratan Aceh.

“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” kata Prof. Dr. Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh.

Menurut Mahidin, Pemerintah Aceh telah menjelaskan berbagai fakta mengenai kondisi keamanan dan kenyamanan daerah kepada investor. Namun, isu tersebut masih menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan pengembangan proyek migas.

Ketua Komisi III DPR Aceh, Aisyah Ismail atau Kak Iin, menilai alasan keamanan yang disampaikan investor tidak memiliki dasar yang kuat. Ia mencontohkan keberhasilan perusahaan migas yang telah lama beroperasi di Aceh tanpa gangguan berarti.

“Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco beroperasi di sektor hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana,” ujar Aisyah Ismail.

Kapolda Aceh menambahkan bahwa kondisi keamanan daerah telah terbukti melalui berbagai indikator dan penilaian lembaga kredibel. Karena itu, ia meminta investor tidak ragu untuk menanamkan modal dan mendukung pembangunan ekonomi Aceh.

“Tak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” kata Marzuki Ali Basyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....