Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sosialisasi Advokasi Akreditasi Perpustakaan
- 19 Jun 2026 14:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan yang dirangkai dengan Bedah Buku Perpustakaan Daerah untuk Pustakawan, Pegiat Literasi, Dosen dan Mahasiswa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Kamis 18 Juni 2026
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat, Abdurrani, mengatakan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan salah satu proses penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, namun untuk mencapainya diperlukan kerja keras dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait.
"Proses menuju akreditasi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan kesiapan berbagai aspek agar perpustakaan mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujar Abdurrani dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena melibatkan berbagai unsur penting, yakni pustakawan, pegiat literasi, akademisi, dan mahasiswa yang merupakan empat pilar utama dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan.
Bahwa perpustakaan daerah terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inovatif serta program-program literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang kreatif, serta wahana interaksi intelektual.
"Perpustakaan harus mampu menjadi ruang yang produktif bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berinovasi, dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi pembangunan daerah," katanya.
Abdurrani berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan jejaring dan kolaborasi literasi, mendorong lahirnya karya-karya baru dari kalangan akademisi, pustakawan maupun pegiat literasi, meningkatkan kualitas literasi kritis di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat bagi semua kalangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan budaya literasi memerlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, komunitas literasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Saya menegaskan bahwa Perpustakaan Daerah Aceh Barat selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas literasi, dan seluruh stakeholder. Mari kita jadikan ruang-ruang literasi sebagai tempat tumbuhnya ide, inovasi, dan karya yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Cut Nila Vaulina, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan, sosialisasi, dan advokasi kepada pengelola perpustakaan serta para pemangku kepentingan mengenai pentingnya akreditasi perpustakaan.
"Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman pengelola perpustakaan tentang Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan instrumen akreditasi perpustakaan. Selain itu, peserta juga diberikan pendampingan terkait mekanisme teknis dan prosedur pengajuan akreditasi," jelas Cut Nila Vaulina.
Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan semakin luas pemahaman mengenai pentingnya akreditasi sebagai instrumen peningkatan mutu layanan perpustakaan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah perpustakaan yang terakreditasi di Kabupaten Aceh Barat.
Dengan terselenggaranya sosialisasi dan advokasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat berharap kualitas pengelolaan perpustakaan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang literat, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....