Setelah Karhutla, Sejumlah Gampong di Pante Ceureumen Terdampak Banjir

  • 16 Jun 2026 13:41 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat dalam dua hari terakhir membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut. Namun, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan sejumlah gampong di Kecamatan Pante Ceureumen sempat terendam banjir akibat meluapnya Sungai, Minggu, 14 Juni 2026, sore.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronald Nehdiansyah, mengatakan titik Karhutla terakhir yang ditangani berada di Desa Cot Seumereung, Kecamatan Samatiga. Berdasarkan hasil pemantauan dan penanganan yang dilakukan hingga Minggu sore, kebakaran telah berhasil dikendalikan hampir sepenuhnya.

"Pada saat penanganan terakhir kemarin sore, kondisi kebakaran sudah terkendali sekitar 97 persen. Masih terlihat asap tipis di beberapa titik, namun api sudah tidak ada lagi. Dengan adanya hujan yang turun tadi malam hingga pagi ini, kami memperkirakan Karhutla di wilayah tersebut sudah tertangani secara total," katanya di Meulaboh, Senin, 15 Juni 2026.

Meski demikian, BPBD masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi muncul kembali.

Di sisi lain, hujan lebat yang terjadi sejak Minggu sore menyebabkan peningkatan debit air Krueng Meureubo dan mengakibatkan genangan di sejumlah gampong di Kecamatan Pante Ceureumen. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter di beberapa kawasan.

Banjir di sejumalah gampong di Pante Ceureumen, Minggu, 14 Juni 2026. Foro kiriman warga

Ronald menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan BPBD, gampong yang terdampak luapan sungai antara lain Gampong Lawet, Canggai, dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Seumantok.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 17.30 WIB terjadi peningkatan debit air Krueng Meureubo. Beberapa desa yang berada di sepanjang aliran sungai mengalami genangan, terutama Gampong Lawet yang merupakan wilayah paling terdampak," ujarnya.

Menurutnya, kondisi banjir berangsur surut pada tengah malam sehingga tidak sampai menimbulkan pengungsian warga. BPBD yang telah bersiaga juga tidak menerima laporan adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut.

"Daerah yang paling terdampak memang Gampong Lawet karena posisinya berada di wilayah delta, diapit Krueng Lawet dan Krueng Meureubo. Namun alhamdulillah tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa," katanya.

BPBD juga menerima laporan adanya seorang warga yang sempat terseret arus saat melintasi jalan utama Seumantok-Pante Ceureumen. Namun warga tersebut berhasil selamat dan tidak terbawa arus sungai.

Lebih lanjut, Ronald mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, khususnya di Kecamatan Pante Ceureumen, Panton Reu, dan Sungai Mas, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

"Kami berpedoman pada informasi BMKG yang memprediksi potensi hujan lebat masih terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah pegunungan dan daerah perbatasan. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar segera mengungsi atau berpindah ke tempat yang lebih aman apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....