Bulog Meulaboh Siapkan Ribuan Ton Beras untuk Jaga Stabilitas Harga
- 08 Jun 2026 22:20 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Perum BULOG Kantor Cabang Meulaboh menyiapkan ribuan ton cadangan beras pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue. Langkah tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga beras di pasaran melalui optimalisasi stok dan distribusi pangan, pada Juni 2026.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, BULOG juga mendukung percepatan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai daerah.
Ketersediaan stok yang memadai dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dengan cadangan yang cukup, intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan stok beras yang aman juga memberikan kepastian kepada masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan pokok. Kondisi tersebut sejalan dengan tugas BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah.
Penguatan stok beras di wilayah kerja BULOG Kantor Cabang Meulaboh juga dinilai mampu mendukung pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, komoditas beras masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pangan sehingga kestabilan pasokan harus terus dijaga.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Meulaboh, M. Hafizuddin, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga harga pangan tetap stabil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas penyaluran beras SPHP dan distribusi Minyak Kita melalui jaringan mitra.
"Upaya menjaga kestabilan harga bahan pangan terus digencarkan hingga saat ini kami telah berupaya secara masif melalui penyaluran beras SPHP dan juga penjualan Minyak Kita ke saluran mitra untuk menekan harga pasar," ujar M. Hafizuddin.
Menurutnya, sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, dan pelaku distribusi pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi hingga ke tingkat konsumen. Dengan koordinasi yang baik, stok yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah. Ketersediaan stok nasional yang besar menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas harga pangan di seluruh Indonesia.
"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia," kata Rizal.
Ke depan, BULOG Kantor Cabang Meulaboh juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut diharapkan mampu menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Pada kesempatan ke depannya BULOG Kantor Cabang Meulaboh akan bekerja sama dengan Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat untuk menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau," tutup M. Hafizuddin.
Pelaksanaan GPM diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Dengan pasokan yang aman dan harga yang terkendali, masyarakat di Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah dan terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....