BPBD Aceh Barat Edukasi Mahasiswa UTU tentang Manajemen Bencana

  • 07 Jun 2026 23:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) dalam kegiatan kuliah lapangan di kantor BPBD Aceh Barat, Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai manajemen kebencanaan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap risiko bencana.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa mendapatkan materi tentang konsep dasar manajemen bencana, mitigasi, analisis risiko, kesiapsiagaan masyarakat, serta peran BPBD dalam penanggulangan bencana. Edukasi tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Pencegahan BPBD Aceh Barat, Hufri Husaini, S.E.

Hufri Husaini menjelaskan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga harus dimulai sejak tahap prabencana. Menurutnya, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh suatu bencana.

“Dalam manajemen kebencanaan terdapat tahapan prabencana yang sangat penting untuk dilakukan. Pada tahap ini kita harus mengenali potensi-potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing, sehingga kita dapat mengetahui risiko yang mungkin terjadi,” ujar Hufri Husaini.

Ia mengatakan pemahaman terhadap risiko bencana menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang efektif. Dengan mengenali ancaman yang ada, masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik sebelum bencana terjadi.

“Dengan memahami risiko tersebut, maka berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan sejak dini,” katanya. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi jumlah korban maupun kerugian akibat bencana.

Menurut Hufri, masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kebencanaan akan lebih siap menghadapi situasi darurat. Selain mampu menyelamatkan diri sendiri, mereka juga dapat membantu orang lain ketika terjadi bencana.

“Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak sekarang. Ketika bencana datang, yang paling utama adalah keselamatan diri. Oleh karena itu, setiap individu perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” tambahnya.

Melalui kegiatan kuliah lapangan tersebut, para mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik manajemen kebencanaan yang diterapkan oleh BPBD Aceh Barat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pengurangan risiko bencana di lingkungan masyarakat.

BPBD Aceh Barat berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di kalangan generasi muda. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program pengurangan risiko bencana di daerah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....