Karhutla Aceh Barat Capai 11,5 Hektare Api 80 Persen Padam

  • 03 Sep 2026 22:24 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat hingga Kamis, 3 September 2026, tercatat mencapai 11,5 hektare. Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Aceh Barat, sekitar 80 persen titik api telah berhasil dipadamkan.

Karhutla tersebar di empat kecamatan, yakni Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare.

Kemudian Gampong Mesjid Baro, Kecamatan Samatiga, seluas lima hektare, Gampong Simpang, Kecamatan Kaway XVI, sekitar dua hektare, serta Gampong Aron Tunong, Kecamatan Woyla, sekitar 1,5 hektare.

BPBD Aceh Barat menerima informasi awal mengenai munculnya titik api pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Pemantauan melalui aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning kemudian menunjukkan adanya sejumlah titik panas di Kecamatan Woyla, Kaway XVI, Samatiga dan Johan Pahlawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan dan pemadaman di lokasi terdampak.

Pada Kamis, 3 September 2026, petugas melakukan penanganan di titik karhutla Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Gampong Mesjid Baro, Kecamatan Samatiga, serta Gampong Simpang, Kecamatan Kaway XVI.

Penanganan juga melibatkan unsur TNI, Polri, KPH IV Aceh dan masyarakat dengan dukungan sejumlah peralatan pemadaman.

Pusdalops BPBD Aceh Barat menyebutkan, hingga saat ini sejumlah lokasi masih terdapat titik asap. Akses menuju beberapa titik kebakaran juga sulit dijangkau, terutama di Gampong Simpang, Kecamatan Kaway XVI.

Hujan yang sempat turun pada malam hari turut membantu proses pemadaman. Namun, petugas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber air di wilayah Woyla, sulitnya akses menuju lokasi di Samatiga dan Johan Pahlawan, serta kondisi angin yang kencang.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karhutla tersebut dilaporkan telah merusak vegetasi tanaman dan berpotensi mengganggu pernapasan warga di sekitar lokasi.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan satu unit D-Max, satu unit ATV, satu unit drone, serta dua unit mesin air dan selang.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi angin kencang dan cuaca yang dapat memicu meluasnya kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....