Karhutla Aceh Barat Capai 23,6 Hektar, BNPB Kerahkan Waterbombing
- 03 Jun 2026 09:59 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga Selasa 2 Juni 2026 malam telah menghanguskan sekitar 23,6 hektare lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemadaman lewat udara.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan titik kebakaran tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Pemadaman beberapa hari ini dilakukan bersama TNI, Polri, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, Rabu pagi akan dimulai operasi pemadaman Karhutla menggunakan helikopter waterbombing dari BNPB.Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan agar kebakaran tidak meluas,” kata Ronald, Selasa malam.
Ia menjelaskan, kebakaran pertama teridentifikasi pada Sabtu (30/5/2026) di wilayah Kecamatan Bubon. Selanjutnya, pada Minggu (31/5/2026), BPBD menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya kebakaran lahan di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Kemudian pada Senin (1/6/2026), titik api kembali terdeteksi di Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek.

Menurut Ronald, menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Sebanyak 16 personel dari Mako BPBD Aceh Barat dan lima personel Pos Damkar Woyla diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan memutus jalur penyebaran api.
“Pada hari ini tim masih melanjutkan pemadaman di wilayah Kecamatan Bubon dan Meureubo, sementara petugas Damkar Arongan terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran Gunong Pulo,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 23,6 hektare. Rinciannya, Kecamatan Bubon sekitar 20 hektare, Kecamatan Johan Pahlawan satu hektare, Kecamatan Arongan Lambalek satu hektare, dan Kecamatan Meureubo sekitar 1,6 hektare.
Dari jumlah tersebut, penanganan di Kecamatan Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek telah mencapai 100 persen. Sementara di Kecamatan Meureubo sekitar 90 persen dan Kecamatan Bubon sekitar 40 persen atau delapan hektare lahan berhasil diamankan dari ancaman perluasan kebakaran.
Ronald menyebutkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari angin kencang yang mempercepat penyebaran api, asap tebal yang mengganggu jarak pandang, hingga akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Kondisi lahan yang terbakar sebagian besar berada di area yang sulit dijangkau kendaraan. Karena itu personel harus menggunakan peralatan portable dan bekerja secara manual untuk menjangkau titik-titik api,” katanya.
Selain merusak vegetasi, kebakaran juga menimbulkan asap yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Oleh karena itu, BPBD Aceh Barat terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan kebakaran dapat segera dikendalikan.
Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, BPBD Aceh Barat mengerahkan dua unit kendaraan double cabin, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air, serta satu unit mesin pompa milik masyarakat gampong. Penanganan turut melibatkan Kodim 0105/Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, KPH IV, serta masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas,” demikian Teuku Ronald Nehdiansyah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....