Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Resmikan Sejumlah Fasilitas Baru di RSUD CND
- 02 Jun 2026 19:27 WIB
- Meulaboh
RRI.CO, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa, 2 Juni 2026. Peresmian berlangsung di halaman RSUD Cut Nyak Dhien.
Adapun fasilitas yang diresmikan mencakup penggunaan gedung baru dan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS), penambahan alat Hemodialisa (HD), alat penunjang CT Scan dan Mammography, generator oksigen sentral, serta peluncuran pemberlakuan jam besuk bagi pasien.
Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi RSUD Cut Nyak Dhien saat ini adalah tingginya kebutuhan ruang rawat inap.
“Jumlah pasien yang berobat ke RSUD Cut Nyak Dhien terus meningkat, tidak hanya dari Aceh Barat tetapi juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya. Karena itu, penambahan ruang rawat inap dan fasilitas pelayanan menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, penambahan fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit, tetapi juga berdampak pada kebutuhan tenaga kesehatan. Dengan bertambahnya ruang pelayanan dan tempat tidur pasien, tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya direncanakan untuk diberhentikan dapat tetap dipertahankan guna mendukung operasional rumah sakit.
Selain itu, RSUD Cut Nyak Dhien kini juga memiliki fasilitas toilet berstandar modern yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pasien maupun keluarga yang berkunjung.
Kemajuan lain yang diperkenalkan adalah penggunaan generator oksigen sentral yang memungkinkan rumah sakit memproduksi dan menyalurkan gas medis secara mandiri. Melalui sistem tersebut, oksigen dapat didistribusikan langsung ke ruang perawatan melalui jaringan pipa tanpa lagi bergantung pada distribusi tabung oksigen ke setiap ruangan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tarmizi turut menjelaskan penerapan jam besuk bagi keluarga pasien. Kebijakan tersebut, menurutnya, bertujuan mendukung proses pemulihan pasien dengan memberikan waktu istirahat yang cukup.
“Penerapan jam besuk bukan untuk membatasi silaturahmi, tetapi untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi pasien dalam menjalani proses penyembuhan,” katanya.
Lebih lanjut, Tarmizi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini memprioritaskan pembangunan pada dua sektor utama, yakni pendidikan dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas guru untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Sementara di sektor kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pasien yang datang berobat tidak terlepas dari pola konsumsi masyarakat yang kurang sehat, seperti tingginya konsumsi makanan mengandung gula, tepung, santan, minyak goreng, dan penyedap makanan.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan rutin memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat membiasakan gaya hidup sehat melalui olahraga, bersepeda, dan berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day yang rutin diselenggarakan pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Tarmizi berharap RSUD Cut Nyak Dhien terus meningkatkan mutu pelayanan dengan tata kelola yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta dikelola secara sehat dan profesional agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan optimal,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....