Staf Ahli Menteri Agama, Faisal Ali Hasyem Tekankan Pelayanan Bersih dan Inovatif
- 21 Mei 2026 20:56 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Optimalisasi pelayanan publik serta upaya mewujudkan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi perhatian utama di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Aceh Barat. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Agama RI, Dr. H. Faisal Ali Hasyem, S.E., M.Si., CA., CESP, dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Aceh Barat di Aula Serbaguna Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, para kepala seksi, kepala KUA kecamatan, pengawas, kepala madrasah, serta unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Faisal Ali Hasyem menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama seharusnya bangga dengan profesi yang dijalankan karena memiliki ciri khas tersendiri dan kedudukan yang baik di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar seluruh ASN menjaga integritas dan menjauhi praktik-praktik asusila maupun tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi di hadapan publik.
Menurutnya, optimalisasi pelayanan prima harus terus dibenahi secara maksimal dengan memberikan kemudahan akses layanan kepada masyarakat sehingga tercipta rasa aman dan nyaman dalam menerima pelayanan.
Ia juga menekankan bahwa setiap tugas dan pengabdian yang dilakukan ASN merupakan bagian dari amal kebaikan yang memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT. Karena itu, ia meminta seluruh ASN menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Selain itu, Faisal Ali Hasyem menyoroti pentingnya digitalisasi layanan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama, termasuk penerapan sistem kenaikan pangkat otomatis dan promosi jabatan berbasis kompetensi. Menurutnya, hal tersebut perlu benar-benar diimplementasikan di setiap daerah.
Ia menilai proses pengisian jabatan tertentu saat ini masih terlalu rumit dan berbelit-belit sehingga membutuhkan perubahan manajemen yang lebih efektif. Untuk itu, pihaknya mengaku akan melakukan kajian khusus guna memberikan solusi terbaik ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong seluruh ASN untuk terus berinovasi dan menghadirkan kreativitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pejabat maupun ASN yang belum mampu melahirkan inovasi perlu mempertanyakan kembali kompetensi yang dimiliki.
“Dengan inovasi, insyaAllah anak-anak kita akan lebih siap menghadapi tantangan global saat ini,” ujarnya.
Faisal Ali Hasyem turut mengungkapkan bahwa Kementerian Agama saat ini sedang menyiapkan sistem pemetaan atau balancefull berbasis analisis grade satu hingga sembilan sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan visi dan misi kementerian ke depan.
Ia juga menyebut Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu daerah yang patut dicontoh dalam pengembangan inovasi wakaf produktif.
Selain pelayanan dan inovasi, ia mengingatkan pentingnya penerapan konsep ekoteologi di lingkungan perkantoran maupun madrasah. Menurutnya, penghijauan melalui penanaman bunga, taman, dan pohon harus menjadi perhatian bersama agar lingkungan kerja menjadi indah, bersih, dan nyaman.
Di akhir arahannya, Faisal Ali Hasyem menitipkan pesan khusus kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat yang baru agar mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Kemenag Aceh Barat di berbagai bidang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat dalam sambutannya meminta seluruh ASN meningkatkan etos kerja sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga berharap arahan dari Staf Ahli Menteri Agama tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta pembinaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....