Kakanwil Kemenag Aceh Luncurkan Kelas Internasional di MAN 1 Aceh Barat
- 28 Jul 2026 20:24 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., meluncurkan program Kelas Internasional di MAN 1 Aceh Barat, Selasa, 28 Juli 2026. Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Usai peluncuran, Azhari meninjau langsung proses belajar mengajar di kelas internasional. Ia menyaksikan para siswa berinteraksi menggunakan bahasa Inggris bersama guru sebagai bagian dari penerapan pembelajaran berbasis bahasa asing.
"Kita baru saja menyaksikan proses belajar mengajar di kelas internasional. Anak-anak berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan gurunya. Kita berharap program yang dicanangkan hari ini berjalan dengan baik sehingga mampu melahirkan generasi Aceh yang tangguh dan mampu berkomunikasi serta berkiprah, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional," ujarnya.

Azhari menjelaskan, MAN 1 Aceh Barat menjadi madrasah ketiga di Aceh yang membuka kelas internasional setelah MAN Model Banda Aceh yang lebih dahulu mengembangkan kelas internasional dan kelas kedinasan.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di luar negeri.
"Mudah-mudahan tiga tahun ke depan anak-anak kita sudah memiliki modal untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan menguasai bahasa asing, mereka akan lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan masyarakat internasional," katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd., mengatakan pembukaan kelas internasional dan kelas kedinasan merupakan upaya madrasah menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menjelaskan, kelas internasional menggunakan kurikulum yang diperkaya dengan pembelajaran berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Seluruh guru yang mengajar di kelas tersebut juga didorong menggunakan bahasa asing dalam proses pembelajaran.
"Untuk tahap awal kami membuka satu rombongan belajar kelas internasional dengan 32 siswa yang telah melalui proses seleksi kemampuan bahasa. Antusiasme siswa cukup tinggi, namun kami menyesuaikan dengan kapasitas yang tersedia," katanya.
Selain itu, MAN 1 Aceh Barat juga membuka satu rombongan belajar kelas kedinasan yang diikuti 36 siswa hasil seleksi.
Faisal menjelaskan, kelas kedinasan menerapkan kurikulum yang diperkaya dengan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi informasi, media pembelajaran interaktif, serta penguatan kompetensi akademik yang lebih spesifik. Program tersebut juga dikembangkan melalui kerja sama dengan Monash University Australia.
"Kami berharap program ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Barat, sekaligus melahirkan lulusan yang berprestasi, berdaya saing global, dan mampu menjawab tantangan masa depan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....