Dosen UTU Raih Pendanaan Riset Konservasi, Teliti Rantai Pasok Perikanan
- 29 Apr 2026 22:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tim dosen peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar berhasil memperoleh pendanaan riset dari Yayasan Konservasi Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada survei rantai pasok perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572 sebagai bagian dari upaya mendukung pembentukan Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area/MPA) skala besar di wilayah Sumatra.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Yuliatul Muslimah, Rabu 29 April 2026 mengatakan bahwa keberhasilan tim FPIK menjadi bukti kualitas riset akademisi lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian Dr. Muhammad Rizal dan tim. Lolosnya pendanaan ini menunjukkan bahwa kepakaran dosen UTU diakui secara luas dan riset yang dihasilkan memiliki relevansi tinggi terhadap upaya pelestarian lingkungan serta pengembangan sektor perikanan di wilayah barat Sumatra,” ujarnya.
Sebab Hasil penelitian ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi tata kelola perikanan, khususnya di Aceh dan kawasan sekitarnya.
Proyek strategis ini dipimpin oleh Muhammad Rizal, dengan anggota tim Hafinuddin, Ikhsanul Khairi, dan Afdal Fuadi. Keempat peneliti akan memetakan jalur distribusi hasil laut, mulai dari nelayan hingga ke konsumen akhir, guna memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan di perairan barat Sumatra.
Yayasan Konservasi Indonesia sebagai lembaga pemberi pendanaan dikenal aktif dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan ini, yayasan menekankan pentingnya ketersediaan data akurat terkait aktivitas ekonomi perikanan, sehingga kebijakan perlindungan laut dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pasar dan mata pencaharian nelayan lokal.
| Baca juga: FKIP USK dan UNY Jalin Kerja Sama |
Secara spesifik, WPP 572 mencakup perairan di Samudra Hindia bagian barat Sumatra dan Perairan lepas pantai dari Aceh hingga Sumatra Barat WPP 572 adalah wilayah laut tempat aktivitas penangkapan ikan diatur dan diawasi, termasuk jumlah tangkapan ikan, jenis alat tangkap, perlindungan ekosistem laut.\, pengelolaan nelayan dan industri perikanan,
Pembagian seperti WPP 572 dibuat agar sumber daya ikan tidak dieksploitasi berlebihan, ekosistem laut tetap terjaga, kebijakan perikanan bisa lebih tepat sasaran sesuai karakter wilayah, Jadi, kalau dalam berita disebut “survei rantai pasok perikanan di WPP 572”, maksudnya adalah penelitian yang dilakukan di kawasan laut barat Sumatra yang sudah ditetapkan sebagai zona resmi pengelolaan perikanan oleh pemerintah.
Studi mengenai rantai pasok di WPP 572 ini diproyeksikan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun regulasi kawasan konservasi. Dengan pemetaan yang komprehensif, diharapkan tercipta keseimbangan antara perlindungan ekosistem laut dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....