Aceh Barat Berpotensi Dapat TKD, Bupati Tarmizi: Sedang Dievaluasi Ulang
- 24 Apr 2026 18:03 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P, M.M menyatakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk wilayahnya kemungkinan akan disalurkan. Sebelumnya hanya terjadi mis komunikasi sehingga bernilai nol rupiah dan saat ini dalam proses evaluasi ulang oleh Pemerintah Aceh.
Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P, M.M didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, S.H mengungkapkan, kondisi tersebut sempat memicu kekecewaan masyarakat, terutama korban banjir yang merasa daerahnya tidak dianggap terdampak bencana.
“Awalnya nol, makanya masyarakat, terutama korban banjir, merasa sedih dan protes karena Aceh Barat seolah tidak dianggap sebagai daerah terdampak, padahal kondisinya sama dengan daerah lain yang mendapatkan TKD,” ujar Tarmizi. Jumat 24 April 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan pihak terkait, tidak dialokasikannya TKD bukan unsur kesengajaan, melainkan karena kendala teknis dalam proses penganggaran.
“Secara teknis sudah dijelaskan ke saya, ini bukan unsur kesengajaan, tapi ada alasan teknis. Namun kami memahami reaksi masyarakat, bahkan saya sendiri ikut merasakan beban moral dan psikologis,” katanya usai memimpin Gotong Royong ASN.
Tarmizi menambahkan, saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi intensif agar Aceh Barat dapat memperoleh alokasi TKD serta dukungan anggaran untuk pembangunan rumah sakit regional.
“Kemungkinan besar dalam waktu dekat akan dievaluasi kembali. Kita terus berupaya supaya Aceh Barat mendapatkan TKD dan juga anggaran rumah sakit,” ucapnya.
Terkait besaran anggaran, Tarmizi menegaskan pihaknya tidak menetapkan angka tertentu, namun berharap alokasi tidak lagi bernilai nol.
“Yang penting jangan nol TKD-nya, rumah sakit regional juga jangan nol. Kita akan terus berjuang dan mohon dukungan serta doa masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dengan berbagai narasi negatif selama proses evaluasi berlangsung.
“Kita minta sementara hentikan narasi yang memperkeruh. Berdoa dan dukung saja, insyaallah ini bisa kita dapatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tarmizi memastikan bahwa Aceh Barat memang mengalami bencana banjir dengan tingkat kerusakan yang telah diverifikasi secara langsung oleh pemerintah pusat.
“Dokumen R3P yang kita usulkan lengkap dengan bukti lapangan. Tim BNPB bahkan dua bulan penuh berada di Aceh Barat dan setiap hari turun bersama kami. Data kerusakan rumah ringan, sedang, hingga berat telah diverifikasi langsung,” jelasnya.
Ia menyebutkan total kerugian dan kerusakan akibat banjir di Aceh Barat mencapai Rp1,2 triliun dan telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Aceh.
Menurutnya, tidak masuknya Aceh Barat dalam alokasi TKD diduga akibat kekeliruan dalam Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), terutama terkait pembagian kewenangan penanganan.
“Mungkin ada miss sedikit di tim TAPA, misalnya melihat fokus kewenangan seperti di daerah lain. Intinya sekarang sedang dievaluasi kembali,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....