Sekolah Rakyat Jadi Senjata Baru Putus Rantai Kemiskinan di Nagan Raya
- 23 Apr 2026 10:12 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah konkret memutus rantai kemiskinan di daerah. Kebijakan ini menyasar langsung masyarakat miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas pendidikan.
Plt Kepala Dinas Sosial Nagan Raya, Ali Munir, mengungkapkan bahwa sekitar 15–16 persen penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan, dengan hampir 30 persen di antaranya tergolong miskin ekstrem. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat menetapkan Nagan Raya sebagai salah satu lokasi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan, tapi juga upaya sistematis mengangkat derajat hidup masyarakat,” ujar Ali dalam dialog interaktif RRI Melaboh, rabu 22 April 2026.
Ia menambahkan, program ini secara khusus menyasar masyarakat pada desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang merupakan kelompok paling rentan secara ekonomi. Menariknya, kemiskinan di Nagan Raya justru banyak ditemukan di wilayah kaya sumber daya alam, seperti perkebunan sawit dan tambang. Hal ini menjadi ironi sekaligus tantangan dalam tata kelola pembangunan daerah.
Dengan konsep boarding school, Sekolah Rakyat akan memberikan pendidikan gratis, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Pemerintah berharap lulusan program ini mampu keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi agen perubahan di lingkungannya.
“Target utamanya adalah memutus kemiskinan antargenerasi,” tegas Ali. Program ini direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026–2027, dengan dukungan penuh pemerintah daerah yang telah menyiapkan lahan seluas 8,3 hektare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....