Tangan Kreatif Satgas TMMD ke-127 Kodim 0105/Abar Merubah Nasib Warga Lumpuh

  • 10 Mar 2026 23:31 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Perubahan yang lahir dari program TMMD bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari masa depan baru bagi masyarakat sebagai pertanda bahwa akan menjadi awal perubahan besar bagi seorang penghuni di bumi Teuku Umar Aceh Barat.

Keheningan pagi yang indah itu tiba-tiba dipecah oleh suara sirine ambulance dan derap langkah tegap para prajurit yang berhenti di depan sebuah rumah sederhana yang jauh dari kesan kehidupan layak. Rumah itu tampak rapuh, atapnya bocor, dindingnya kusam, dan lingkungan sekitarnya menunjukkan betapa lama penghuninya hidup dalam keterbatasan.

Setelah ditelusuri, rombongan tersebut adalah pasukan TNI yang berada di bawah komando Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA. Kedatangan tim tersebut bukan sekadar kunjungan, melainkan membawa harapan baru bagi seorang warga lumpuh yang selama ini hidup dalam kesendirian.

Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA Selasa 10 Maret 2026 mengatakan TMMD mengajarkan kita tentang sikap tengang rasa dan saling tolong menolong, dengan berbagai kegiatan aksi solidaritas sosial di masyarakat

"Pria tersebut bernama Fatdjeri (56). Warga paruh baya ini telah lama menjalani hidup sebatang kara. Setiap harinya ia hanya bisa menghabiskan waktu di atas kursi roda, tanpa ada keluarga yang mendampingi. Kehidupannya sungguh menyayat hati, tinggal sendirian di rumah kumuh dengan atap bocor, tanpa fasilitas MCK, serta tidak memiliki sumber air bersih yang layak," tuturnya

Bagi Fatdjeri, rumah baru itu bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas. Rumah itu menjadi simbol bahwa ia tidak lagi sendiri. Ada negara yang hadir, ada tangan-tangan tulus yang bekerja dengan hati, dan ada harapan yang kini tumbuh kembali dalam dirinya. Dari kursi roda yang selama ini menjadi saksi kesunyian hidupnya, kini ia bisa menatap masa depan dengan keyakinan baru bahwa hidupnya masih berarti.

Dengan Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat hidupnya dengan penuh tantangan sekainitu juga dengan keterbatasan fisik yang dialaminya, Fatdjeri tidak memiliki mata pencaharian tetap. Hari-harinya berjalan dalam kesunyian dan keterbatasan.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 hadir membawa secercah harapan. Rumah Fatdjeri yang beralamat di Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, masuk dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari program TNI.

Bagi Fatdjeri, kehadiran Dansatgas TMMD dan para prajurit TNI terasa seperti kehadiran secercah harapan. Ia nyaris tak percaya bahwa rumahnya akan direnovasi menjadi tempat tinggal yang layak. Tak hanya itu, selama proses renovasi berlangsung, dirinya juga dievakuasi untuk menjalani perawatan medis pada kesehatan terhadap kaki lumpuhnya di bawa Rumah Sakit Kesrem TK IV IM 07.02 Teuku Umar.

Di lokasi rumahnya, suara ketukan palu para prajurit TNI mulai terdengar bertalu-talu. Suara itu menjadi pertanda bahwa masa depan baru bagi Fatdjeri sedang dibangun. Siang dan malam para prajurit bekerja tanpa lelah, seakan berkejaran dengan waktu demi mewujudkan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.

Tangan-tangan kreatif para prajurit itu perlahan mengubah rumah kumuh menjadi bangunan yang kokoh dan nyaman. Dalam waktu kurang dari sebulan, rumah tersebut telah berdiri megah dengan wajah baru.

Atapnya kini kokoh tanpa celah bocor. Lantainya licin dan rapi. Fasilitas MCK tertata bersih. Bahkan air bersih kini mengalir dari sumur bor yang dibangun khusus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Perubahan itu benar-benar mengubah segalanya.

Ketika Fatdjeri dijemput dari rumah sakit dan diantarkan kembali ke rumahnya, ia terperangah tak percaya. Rumah yang dulu rapuh kini berdiri layaknya istana kecil baginya. Kini ia tidak lagi khawatir saat hujan turun. Tidak lagi harus menahan dinginnya malam karena atap bocor. Bahkan ketika ingin buang air besar, ia tidak lagi menggunakan WC terbang seperti sebelumnya, karena fasilitas sanitasi yang layak telah tersedia.

Getirnya kehidupan perlahan sirna. Tangis haru pun pecah dari mata Fatdjeri. Perasaan bahagia bercampur syukur menyelimuti hatinya. Bagi dirinya, perubahan ini bukan sekadar perbaikan rumah, tetapi awal dari kehidupan yang lebih bermartabat.

Kisah Fatdjeri menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI melalui program TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan dan masa depan masyarakat.

Di balik seragam loreng itu, ada tangan-tangan kreatif yang bekerja dengan hati, menghadirkan perubahan nyata bagi rakyat.

Karena sejatinya, bagi rakyat Indonesia, TNI bukan hanya penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sahabat dan pelindung yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. TNI AD selalu di hati rakyat.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 resmi dibuka pada 10 Februari 2026. Sejak gong kegiatan ditabuh sebagai tanda dimulainya program tersebut, para serdadu loreng langsung menanggalkan sejenak senjata dan ransel tempurnya. Mereka beralih peran menjadi pekerja pembangunan, membawa semangat pengabdian demi kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbekal semangat pantang menyerah, otot kawat tulang besi, para prajurit TNI itu langsung bergerak menuju sasaran fisik utama. Salah satu pekerjaan besar yang mereka kerjakan adalah membuka akses jalan baru sepanjang kurang lebih 5,5 kilometer dengan lebar 4 meter. Jalan tersebut menjadi urat nadi bagi masyarakat untuk memperlancar mobilitas serta menggerakkan roda perekonomian desa. Demi memberikan kualitas jalan terbaik, Dansatgas menerjunkan alat berat berupa compact, bulldozer dan excavator.

Tak hanya membuka badan jalan, Satgas TMMD juga mengerjakan berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Di antaranya pembangunan talud penahan timbunan, pembuatan wingwall, serta pembangunan gorong-gorong yang berfungsi mengalirkan air guna memenuhi kebutuhan lahan pertanian dan perkebunan warga.

Ditengah menjalankan ibadah puasa dan panas terik yang membakar tubuh tidak menyurutkan semangat mereka untuk menuntaskan setiap sasaran pembangunan.

Di balik semua itu, terdapat satu nilai yang menjadi ruh utama dari program TMMD, "Kemanunggalan antara TNI dan rakyat".

Nilai tersebut bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar hidup dalam setiap aktivitas pembangunan. Setiap hari masyarakat dari berbagai kalangan datang bergantian untuk ikut berjibaku bersama prajurit TNI.

Pemandangan kebersamaan itu menjadi gambaran nyata betapa kuatnya ikatan antara TNI dan rakyat. Tanpa sekat, tanpa perbedaan, semuanya menyatu dalam semangat gotong royong demi kemajuan desa.

Loyalitas dan dedikasi yang terpancar dari prajurit dan masyarakat itu akhirnya melahirkan karya-karya indah di pelosok negeri. Jalan yang dulu sulit dilalui kini perlahan terbuka. Harapan baru bagi kesejahteraan warga pun mulai terlihat.

Keuletan dan semangat gotong royong menjadi nafas utama pengabdian Satgas TMMD dalam menjalankan setiap program pembangunan di desa. Dengan penuh dedikasi dan tanpa pamrih, personel Satgas TMMD terus bekerja bersama masyarakat mewujudkan perubahan nyata bagi kesejahteraan warga.

Melalui program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas TMMD hadir memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu agar dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman. Setiap batako yang disusun dan setiap dinding yang berdiri menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Tak hanya itu, Satgas TMMD juga menjadi secercah cahaya bagi dunia pendidikan keagamaan di Dayah dengan menghadirkan fasilitas sumur bor. Kehadiran sumber air bersih ini sangat membantu aktivitas para santri dan masyarakat sekitar, sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik untuk kegiatan belajar, ibadah, maupun kebutuhan sehari-hari.

Keuletan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat membuktikan bahwa pengabdian sejati lahir dari kerja tulus demi kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat. Dari rumah layak huni, sumber air bersih, ketahanan pangan, hingga pelestarian alam, semuanya menjadi bukti nyata bahwa TMMD hadir sebagai penggerak perubahan dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....