Sekda Aceh Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi jelang HBKN

  • 07 Mar 2026 10:47 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir memimpin rapat teknis pengendalian inflasi dalam rangka persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026 di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Kamis, 5 Maret 2026. Rapat tersebut diikuti sejumlah pejabat pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, serta perwakilan instansi terkait.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah Aceh menilai momentum tersebut sering diiringi peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas utama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026 Provinsi Aceh mengalami deflasi bulanan sebesar -0,24 persen. Beberapa komoditas penyebab deflasi antara lain bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan ikan tongkol.

Sementara itu, sejumlah komoditas tercatat mendorong inflasi secara tahunan. Komoditas tersebut di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, serta daging ayam ras.

Dalam arahannya, Sekda Aceh M. Nasir menekankan pentingnya pengendalian inflasi yang terkoordinasi. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

“Pengendalian harga harus kita kawal dengan ketat. Tidak boleh ada semangat untung sendiri tanpa ada rasa peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas M. Nasir.

Ia juga menyoroti kenaikan harga pada komoditas cabai merah yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, dinas terkait harus terus memantau perkembangan harga di lapangan.

Sekda Aceh meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas tersebut. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menanam komoditas yang menjadi indikator inflasi seperti cabai.

Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan Robby Irza menyampaikan arahan terkait rencana bantuan sapi meugang menjelang Idulfitri. Ia mengatakan Wakil Gubernur Aceh telah mengajukan permintaan bantuan kepada Presiden Republik Indonesia.

“Pendataan ini penting agar bantuan sapi meugang bisa tersalurkan merata sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah,” ujar Robby Irza.

Pemerintah Aceh juga telah melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi di daerah. Di antaranya melalui inspeksi mendadak pasar, pelaksanaan Pasar Tani, Gerakan Pangan Murah, serta pasar murah di 23 kabupaten dan kota.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi ongkos angkut, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di daerah Indeks Harga Konsumen, program mudik gratis, serta pasar murah menjelang Idulfitri. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Rapat pengendalian inflasi tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh. Pemerintah berharap koordinasi yang dilakukan dapat menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....