Jalan Jambak–Sikundo Kembali Terputus, PUPR Siapkan Jalur Alternatif

  • 19 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Akses jalan penghubung Desa Jambak menuju Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kembali terputus akibat banjir pada Kamis, 19 Februari 2026. Jalan tersebut sebelumnya telah diperbaiki secara darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadli Octora, mengatakan bahwa kerusakan kembali terjadi akibat derasnya arus sungai yang menggerus badan jalan. Saat ini warga desa menggunakan jalan alternatif yang telah disiapkan sebelumnya.

“Jalan ini sebelumnya sudah kita tangani secara darurat agar bisa kembali dilalui masyarakat. Namun karena arus sungai sangat deras sehingga badan jalan kembali terendam dan akses terputus,” ujar Fadli Octora, kepada RRI.CO.ID.

Ia menjelaskan, secara teknis penanganan permanen pada ruas tersebut seharusnya dilakukan melalui penguatan tebing sungai serta pembangunan badan jalan baru yang lebih aman dari ancaman erosi. Namun, keterbatasan anggaran pada saat itu membuat pemerintah daerah hanya mampu melakukan penanganan darurat.

“Solusi idealnya memang harus ada penguatan tebing sungai dan pembangunan badan jalan baru. Tetapi saat itu anggaran tidak mencukupi, sehingga kita lakukan penanganan darurat terlebih dahulu agar akses masyarakat tidak lumpuh,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, Dinas PUPR Aceh Barat telah membuka jalur alternatif dengan membelah perbukitan yang lokasinya tidak jauh dari titik jalan yang terputus. Jalur tersebut kini menjadi akses sementara bagi warga.

“Kita sudah membuat jalan alternatif baru dengan membelah gunung di sekitar lokasi. Untuk sementara jalur itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” tambah Fadli.

Saat peninjauan lapangan dilakukan, sejumlah warga terlihat sudah memanfaatkan jalur alternatif tersebut untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, kondisi akses yang terbatas dinilai masih menghambat mobilitas masyarakat, terutama untuk distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR menyatakan akan terus berupaya mencari solusi penanganan lanjutan agar akses penghubung antar desa tersebut dapat kembali normal dan lebih aman dari ancaman banjir serta erosi di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....