Pemkab Abdya Gelar Musrenbang Kecamatan Susun RKPD

  • 03 Feb 2026 19:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya mulai melaksanakan Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat kecamatan di Babahrot, Kuala Batee, dan Jeumpa pada Selasa, 3 Fabruari 2026. Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2027.

Plt Sekda Abdya Amrizal, S.Sos membuka Musrenbang di Kecamatan Babahrot mewakili Bupati Abdya Dr Safaruddin. “Musrenbang ini merupakan kewajiban konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat agar perencanaan pembangunan selaras dengan kebutuhan riil,” ujarnya.

Di Kecamatan Kuala Batee, Musrenbang dibuka oleh Asisten II Rahwadi, ST, sementara di Kecamatan Jeumpa dibuka oleh Asisten III Rizal, S.Mn. “Pelaksanaan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan usulan desa dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Rahwadi.

Amrizal menjelaskan Musrenbang tingkat kecamatan bertujuan merumuskan kebutuhan pembangunan lintas gampong. “Usulan dari desa akan kita pilah dan prioritaskan sesuai urgensi, manfaat, serta kemampuan anggaran,” katanya.

Ia menambahkan Musrenbang juga menjadi sarana memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. “Kami ingin perencanaan yang inklusif, aspiratif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amrizal, seluruh hasil Musrenbang akan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan RKPD 2027. “Semua masukan ini akan bermuara pada visi Aceh Barat Daya Maju dan Masyarakat Sejahtera,” katanya.

Ia menyebutkan visi tersebut dijabarkan dalam delapan misi utama pembangunan daerah. “Delapan misi itu menjadi panduan gerak langkah pemerintah daerah dalam menyusun program dan kegiatan,” ujarnya.

Amrizal menjelaskan misi MALEM diarahkan pada penguatan pelaksanaan syariat Islam yang aman dan beridentitas budaya. “Sementara misi CARONG fokus pada peningkatan kualitas SDM yang terampil dan menguasai iptek berbasis agama,” katanya.

Ia menambahkan misi MEUSYUHU diarahkan pada pembangunan infrastruktur terintegrasi. “Sedangkan misi MAKMUE menekankan peningkatan pendapatan masyarakat melalui ekonomi berdaya saing dan kreatif,” ujarnya.

Menurut Amrizal, misi ADEE fokus pada peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial. “Adapun misi JROH mendorong pemberdayaan perempuan dan pemuda agar mampu mandiri,” katanya.

Ia melanjutkan misi SEUJAHTERA diarahkan pada penguatan basis produksi pertanian, perkebunan, kelautan, dan pariwisata. “Sementara misi MEUSANEUT fokus pada reformasi birokrasi yang bersih dan melayani melalui digitalisasi terintegrasi,” ujarnya.

Amrizal menegaskan RKPD 2027 mengusung tema peningkatan infrastruktur pendukung dan pemberdayaan masyarakat. “Tema ini juga menekankan produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan,” katanya.

Ia menjelaskan prioritas pertama adalah peningkatan infrastruktur untuk memperluas konektivitas antar desa. “Kita ingin jalan produksi, jembatan, telekomunikasi, dan energi ramah lingkungan benar-benar mendukung keberlanjutan desa,” ujarnya.

Prioritas berikutnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan penguatan BUMDes. “Perempuan, pemuda, dan kelompok rentan harus mendapat ruang untuk berdaya secara ekonomi,” kata Amrizal.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas berbasis teknologi pada sektor pertanian dan perikanan. “Modernisasi alat mesin pertanian, irigasi, dan inovasi pengolahan hasil tani akan terus kita dorong,” ujarnya.

Amrizal menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah daerah membangun ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif. “Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata dan berkeadilan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....