Bulog Serap Gabah Petani Simeulue Dukung Ketahanan Pangan

  • 31 Jan 2026 20:17 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Simeulue bersama Perum Bulog melaksanakan kegiatan Penyerapan Gabah Petani (SERGAB) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Batu-Batu, Kecamatan Teupah Tengah, Sabtu, 31 Januari 2026, dan dihadiri langsung oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, SH, MH.

Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh menyerap sekitar dua ton gabah petani. Penyerapan dilakukan terhadap hasil produksi padi Simeulue yang berasal dari musim tanam 2025 dan tercatat mengalami surplus signifikan. Pemerintah daerah menyampaikan, produksi padi Simeulue pada 2025 mengalami surplus hampir 70 persen setelah kebutuhan konsumsi lokal terpenuhi sekitar 30 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi besar Simeulue sebagai daerah penyangga pangan, khususnya komoditas beras. Pemerintah Kabupaten Simeulue menilai, apabila seluruh surplus gabah diserap, maka target serapan Bulog di wilayah Simeulue dapat terpenuhi hanya dari daerah ini. Meski demikian, pemerintah tetap memberi ruang bagi pedagang lokal selama harga gabah tetap terkendali dan tidak merugikan petani dengan harga di bawah ketentuan Bulog.

Bupati Simeulue menyampaikan bahwa capaian surplus tersebut merupakan berkah yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Ia menegaskan Simeulue siap mendukung kebijakan Badan Pangan Nasional dan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Kabupaten Simeulue sanggup berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di sektor beras. Kondisi surplus ini juga sangat menguntungkan petani, terlebih dengan harga gabah yang relatif stabil,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Simeulue terus berkomitmen memberikan dukungan nyata kepada sektor pertanian. Salah satu bentuk dukungan tersebut melalui program pencetakan sawah baru yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki lahan pertanian, namun memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengelola sawah.

Menjawab kebutuhan pengolahan pascapanen, pemerintah daerah juga telah mengajukan pembangunan penggilingan padi di Simeulue. Ke depan, gabah petani tidak lagi dibawa ke luar daerah, melainkan diolah langsung di Simeulue untuk memberikan nilai tambah bagi petani. Pembangunan penggilingan padi tersebut ditargetkan mulai tahun ini dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2026.

Berdasarkan data pemerintah daerah, Kabupaten Simeulue memiliki luas lahan sawah sekitar 7.172 hektare yang seluruhnya berpotensi ditanami. Pada 2025, luas tanam tercatat hampir 7.000 hektare dengan total produksi lebih dari 38.000 ton gabah. Pemerintah daerah juga menargetkan penguatan identitas produk dengan mendorong hadirnya merek khas “Beras Simeulue”.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh, M. Hafizuddin, menyampaikan bahwa Bulog siap menyerap gabah petani sesuai ketentuan pemerintah dengan harga Rp6.500 per kilogram. Ia mengimbau petani agar menyerahkan gabah dengan kualitas terbaik, mengingat gabah tersebut akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.

Menutup kegiatan SERGAB tersebut, Bupati Simeulue menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh atas dukungan dan kerja sama dalam menyukseskan program penyerapan gabah petani di Kabupaten Simeulue. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue Samsuar, S.P., Camat Teupah Tengah drh. Ikhwan Jamil, M.Si., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Romaidon Darma, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Subbagian Protokol Budi Darso, S.Pd., para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perangkat desa setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....