Peserta Daurah Tajwid Masjid Agung Meulaboh Harap Program Berlanjut
- 17 Mar 2026 03:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Peserta Daurah Tajwid Al-Qur’an dan Bahasa Arab di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh berharap kegiatan pembinaan keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung pada bulan Ramadan, tetapi juga di waktu lainnya.
Harapan tersebut disampaikan salah satu peserta terbaik dalam Daurah Tajwid perdana, Ketua PC Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Aceh Barat, Tgk. H. Muhammad Arifin Idris atau yang akrab disapa Abu Cek, saat penutupan kegiatan yang berlangsung Senin, 16 Maret 2026, menjelang buka puasa bersama malam 27 Ramadan 1447 Hijriah.
Menurut Abu Cek, kegiatan daurah yang berlangsung selama sembilan hari tersebut memberikan manfaat besar bagi para peserta dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, khususnya melalui metode pembelajaran tajwid yang praktis dan mudah dipahami.
“Sembilan hari saya mengikuti daurah ini terasa seperti menuntut ilmu selama sembilan tahun. Metode tajwid yang praktis dan cepat ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat terus mendukung kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini karena dinilai sangat penting bagi generasi muda, masyarakat umum, serta para imam masjid yang ada di seluruh desa di Kabupaten Aceh Barat.
Selain itu, Abu Cek juga menyatakan kesiapan pihaknya melalui organisasi PERTI untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai desa maupun kecamatan di Aceh Barat.
Sementara itu, inisiator kegiatan sekaligus Imum Chik Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Waled H. Saifuddin Yahya, mengaku terharu melihat antusiasme peserta yang mengikuti daurah tersebut. Ia menyebutkan peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru, imam masjid, akademisi, pelajar hingga masyarakat umum.
“Kami sebagai pengurus masjid merasa terharu melihat daurah ini diikuti oleh para guru, imam masjid, akademisi, pelajar dan masyarakat umum,” katanya.
Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Bustanul ‘Arifin Desa Lapang itu juga berharap ke depan setiap desa memiliki minimal satu guru tajwid Al-Qur’an yang mendapat pembinaan khusus dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Kedepan kita berharap di setiap desa ada satu guru tajwid Al-Qur’an yang mendapat insentif dari pemerintah. Para guru ini nantinya diseleksi dan dibina secara berkala di Masjid Agung sehingga dapat mentajwidkan masyarakat dan memasyarakatkan tajwid,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Barat, Dr. Husensah, M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Daurah Tajwid Al-Q’an dan Bahasa Arab tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pembinaan keagamaan yang dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar.
“Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini dan Dinas Syariat Islam siap mendukung, baik secara moril maupun materil. Ke depan kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga di luar Ramadan,” kata Husensah.
Daurah Ramadan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Masjid Agung Meulaboh dan berlangsung selama sembilan hari, sejak 8 hingga 16 Maret 2026. Kegiatan ini menggabungkan dua program sekaligus, yakni Daurah Tajwid Al-Qur’an yang dilaksanakan pukul 09.00 hingga 12.00 WIB serta Daurah Bahasa Arab Praktis pukul 14.30 hingga 15.30 WIB setiap harinya.
Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Tahfidz Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh, Ustaz Muhammad Yasin Jumadi, Lc., serta Imum Chik Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Waled H. Saifuddin Yahya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....