Ceramah Subuh: Ketika Diuji Menjadi Dermawan atau Pelit

  • 28 Feb 2026 13:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Masjid Jamik Baiturrahim Gampong (Desa) Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan cermah subuh pada Ramadan Ke-10 tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah. Tausiah diisi oleh Tgk. H. Surianto Sudirman, Lc., M.A, dengan judul “Ketika Harta Menguji: Menjadi Dermawan atau Pelit”.

“Sambil menantikan waktu syuruq (Salat Isyraq), bisa dengan mendengarkan ceramah, membaca qur’an berzikir dan hal-hal lain dengan ibadah” kata Tgk Surianto saat mengawali tausiahnya di mimbar Masjid Jamik Baiturrahim.

Para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam dulunya sudah mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan enam bulan sebelumnya dengan memanjatkan doa, bertaubat, mendalami ilmu, serta melatih fisik dan jiwa.

“Persiapan ini didasari kerinduan mendalam agar bisa memaksimalkan ibadah, menjadikan hidup mereka berfokus pada Ramadhan dengan fase harap (6 bulan sebelum) dan cemas (6 bulan sesudah)” jelas Tgk Surianto.

Tgk Surianto menyampaikan, bahwa Idul Adha sering disebut sebagai hari raya yang lebih besar (Idul Akbar) dibandingkan Idul Fitri (Idul Asghar) karena momennya bertepatan dengan puncak ibadah haji di Arafah, di mana jutaan umat Islam berkumpul.

“Selain ibadah kurban, takbir pada Idul Adha dilakukan selama empat hari (hari Tasyrik), serta memiliki makna spiritual yang lebih dalam sebagai simbol pengorbanan dan ketaatan tertinggi” ungkap Tgk Surianto.

Tgk Surianto mengisahkan kisah ikonik dalam kitab Hasyiyah Qalyubi, karya Imam Jalaluddin al-Mahalli, yang ditulis oleh Syekh Syihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyubi. Beliau adalah ulama besar Mesir penganut mazhab Syafi'i.

Kisah ikonik tersebut ialah tentang memuliakan tamu yang sering dinukil dalam literatur hasyiyah yaitu kisah yang menggambarkan betapa tingginya budaya memuliakan tamu di kalangan Arab pedalaman, yang bahkan melebihi kebutuhan pribadi mereka sendiri, sesuai dengan ajaran Islam tentang kesempurnaan iman.

Dapat dimaknai juga dalam kisah ini apabila merujuk pada konsep Al-Kabair (dosa-dosa besar), di mana sifat kikir/pelit disebutkan sebagai salah satu akhlak buruk yang sangat tercela dan berpotensi merusak.

Terkait dengan dermawan dan pelit, Allah SWT memanggil dan memerintahkan manusia untuk berinfaq, serta memuji sifat dermawan sekaligus mencela sifat pelit (kikir) dalam Al-Qur'an. Berinfaq merupakan salah satu ciri orang bertakwa dan cara untuk menghilangkan sifat bakhil.

“Dalam Islam, sifat dermawan bukan sekadar membantu orang, tetapi wujud syukur dan keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki yang akan mengganti apa yang diinfakkan” kata Tgk Surianto.

“Allah SWT memanggil manusia untuk berinfaq bukan karena Allah membutuhkan harta tersebut, melainkan sebagai bentuk ujian keimanan dan mekanisme untuk kebaikan manusia itu sendiri” lanjut Tgk Surianto.

Infaq adalah mekanisme kasih sayang Allah agar manusia bisa membantu sesama, sekaligus memberi kesempatan manusia untuk menolong dirinya sendiri di akhirat. Allah tidak butuh uangnya, Allah butuh ketaatan dan keikhlasan hati manusia.

Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, orang yang menginfakkan dua jenis harta (berpasangan/dua kendaraan) di jalan Allah akan dipanggil dari pintu-pintu surga dengan seruan: "Wahai hamba Allah, inilah kebaikan". Mereka yang istiqomah dalam sedekah akan dipanggil khusus dari pintu sedekah.

Hadis Riwayat Bukhari no. 3666 & Muslim no. 1027, menyatakan bahwa Konteks "Dua Pasang" tersebut merujuk pada kedermawanan luar biasa, seperti menyumbangkan sepasang kendaraan (unta/kuda) atau dua jenis harta.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ahli sedekah akan dipanggil dari pintu khusus, begitu pula ahli shalat dari pintu shalat, ahli jihad dari pintu jihad, dan ahli puasa dari pintu Ar-Rayyan, keutamaan berinfaq ialah, orang yang gemar berinfak memiliki kedudukan istimewa dan dipanggil langsung oleh penjaga surga.

Dipenghujung tausiah Tgk Surianto menyinggung agenda Safari Ramadan yang diagendakan di Masjid Jamik Baiturrahim pada Ramadan Ke-6 ba’da Dzuhur, menyampaikan, oleh karnanya dibulan yang baik ini perlunya berkontribusi dalam berinfaq untuk saudara-saudara kita dipalestina disebabkan hal itu merupakan kewajiban kita selaku kaum muslimin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....