KONI Dorong Peningkatan Pembinaan Pencak Silat menuju Olimpiade

  • 06 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menekankan peningkatan kualitas pembinaan dan kompetisi nasional sebagai kunci membawa pencak silat menuju Olimpiade. Hal tersebut disampaikan saat mengukuhkan dan melantik Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030, Sugiono, beserta jajaran pengurus di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu, 5 September 2026.

Marciano mengapresiasi kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto, yang kini memimpin Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) sebagai federasi internasional pencak silat.

Menurut Marciano, pergantian kepengurusan PB IPSI menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mengakselerasi diplomasi internasional dalam memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya dan olahraga asli Indonesia.

“Tongkat estafet ini merupakan tanggung jawab besar. Hal tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan SDM, termasuk prestasi olahraga,” kata Marciano.

Ia optimistis kepengurusan baru PB IPSI bersama Persilat dapat memperluas perkembangan pencak silat di dunia dan mengawal target agar olahraga bela diri tersebut dapat dipertandingkan di Olimpiade.

“Semoga pelantikan ini menjadi momentum bagi kebangkitan pencak silat Indonesia. Melihat pimpinan Persilat, Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, dan Ketum PB IPSI Bapak Sugiono, ada rasa optimistis bahwa keduanya dapat mengantar pencak silat segera mendunia dan mengawal cita-cita Road to Olympic,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, KONI Pusat menilai diperlukan standardisasi pembinaan, peningkatan kualitas pelatih hingga bertaraf internasional serta keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan pencak silat.

“Pencak silat Road to Olympic dapat terwujud dengan penguatan sosialisasi dan pembinaan di berbagai negara melalui diplomasi internasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kita perlu mencetak banyak pelatih pencak silat yang mampu melakukan pembinaan di seluruh dunia, serta melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan dan sosialisasi ke luar negeri,” tambahnya.

Ketua Umum PB IPSI Sugiono menyatakan komitmennya melanjutkan pengembangan pencak silat yang tumbuh, lahir dan berkembang sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Ia mengatakan pengembangan pencak silat tidak dapat dilakukan PB IPSI sendiri dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama untuk mewujudkan target masuknya pencak silat ke Olimpiade.

“Dedikasi yang dilakukan oleh para anggota merupakan hal yang mulia dan tidak bisa dilakukan hanya oleh PB IPSI sendiri. Oleh karena itu, kami butuh dukungan dari berbagai pihak. Terlebih kami punya target untuk silat masuk Olimpiade, dukungan tersebut sangat dibutuhkan,” jelas Sugiono.

Ia menegaskan kepengurusan baru akan meneruskan tongkat estafet pembinaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

“Kepengurusan ini merupakan kepengurusan yang melanjutkan tongkat estafet yang selama berdasawarsa dipegang, diampu, dibina, dan dibimbing oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dengan satu pemikiran dasar, bahwa pencak silat sebagai olahraga bela diri yang tumbuh, lahir, berkembang, dan bagian dari budaya bangsa harus dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir mengatakan ambisi membawa pencak silat ke tingkat internasional harus diawali dengan memperkuat kualitas pembinaan di dalam negeri.

“Kalau Jepang punya karate dan judo, Korea punya taekwondo, kenapa Indonesia tidak punya?” tegas Erick.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu basis penting untuk memperluas pembinaan pencak silat sekaligus menjaring bibit atlet potensial.

“Kalau ingin diakui dunia, sosialisasi harus terus dilakukan mulai dari sekolah-sekolah di Indonesia. Apabila di setiap sekolah ada pencak silat, bukan hal yang tidak mungkin akan terjaring bibit atlet pencak silat berprestasi di masa mendatang,” terang Erick.

Marciano kembali menegaskan pentingnya peningkatan kualitas atlet, pelatih, wasit dan juri. Selain pembinaan, sistem kompetisi di tingkat nasional juga perlu diperkuat agar mampu melahirkan atlet yang siap bersaing di level internasional.

“Harapan kami, kualitas atlet dan pelatih PB IPSI menjadi perhatian. Kualitas wasit dan juri bersertifikat internasional harus menjadi atensi, serta dari sisi kompetisi juga harus ditingkatkan,” kata Marciano.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....