Indonesia Gandeng Google Bangun Pusat Inovasi AI

  • 23 Mei 2025 19:26 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Jakarta Selatan : Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi kecerdasan artifisial (AI) di kawasan Asia Tenggara. Komitmen ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam forum Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).

Dalam sambutannya, Meutya Hafid menyatakan kesiapan pemerintah untuk menjalin kerja sama yang terbuka dan strategis dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kami membuka pintu dengan semua mitra strategis, baik lokal maupun global, berlandaskan prinsip kesetaraan dan profesionalisme untuk mempercepat transformasi digital yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Meutya tegas.

Salah satu bentuk konkret dari kolaborasi ini adalah peluncuran program Startup Accelerator Southeast Asia - Indonesia AI Focus. Program tersebut diyakini menjadi awal dari penguatan ekosistem digital nasional melalui pendekatan yang terintegrasi: kebijakan yang progresif, pengembangan talenta digital, serta penerapan teknologi canggih yang mendukung transformasi sektor-sektor prioritas.

Meutya juga menyampaikan bahwa investasi Google dalam pengembangan pusat data berbasis AI-ready di Indonesia diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Estimasinya mencapai Rp1.400 triliun atau sekitar USD 88 miliar dalam lima tahun ke depan.

Sementara itu, pada tahun 2025, ekonomi digital nasional diperkirakan akan menyumbang sekitar USD 130 miliar. Angka ini meningkat 45 persen dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan yang pesat dan potensi besar sektor digital Indonesia.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Indonesia saat ini berperan sebagai penggerak utama ekonomi digital di kawasan ASEAN. Nilai transaksi digital Indonesia pada tahun 2024 tercatat mencapai USD 263 miliar, atau lebih dari sepertiga total gross merchandise value (GMV) Asia Tenggara.

Dalam sektor startup, Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2024 tercatat sekitar 2.566 startup aktif, meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun 2020, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai lebih dari 200 startup baru setiap tahun.

Dalam paparannya, Meutya juga menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam transformasi digital nasional. Ia menyebutkan bahwa kebijakan dan regulasi seperti UU ITE, UU PDP, serta PP Tunas menjadi landasan strategis untuk memastikan pengembangan AI yang berpihak pada kepentingan nasional dan melindungi kelompok rentan.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui program Digital Talent Scholarship. Program ini dirancang untuk mencetak inovator digital yang berintegritas, adaptif, dan berwawasan global.

Sebagai bentuk keseriusan, Indonesia telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang AI. Tujuannya adalah memastikan bahwa talenta digital nasional memiliki sensitivitas terhadap isu-isu etis seperti bias algoritmik dan pelindungan privasi data.

“Kami percaya, dengan ekosistem kolaboratif yang berpijak pada kebijakan kuat, talenta unggul, dan teknologi canggih, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk menjadi pusat inovasi AI di Asia Tenggara,” ucap Meutya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....