Bau Bukan Masalah, Jengkol Tetap Jadi Primadona Lidah!
- 15 Feb 2026 22:39 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh - Siapa bilang bau mulut itu red flag? Kalau penyebabnya adalah jengkol, sepertinya banyak orang yang rela "memaafkan". Fenomena si buah ajaib ini emang nggak ada obatnya. Meski aromanya bisa bikin satu RT shock terapi, tapi pas udah masuk mulut, rasanya langsung valid, no debat!
Sekarang lagi musimnya nih, warga dari berbagai kalangan lagi gencar-gencarnya berburu jengkol di pasar. Mau itu disemur, dibaladoe masak rendang, atau sekadar digoreng garing pake sambal terasi, jengkol tetap jadi top-tier kuliner lokal.
"Baunya itu gak tahan banget ya, bisa bikin satu rumah semerbak, nyengat ke mana-mana. Tapi kalau udah kena nasi anget sama sambel, beuh... lewat semua masalah hidup! Makan satu mana cukup, auto nambah berkali-kali," curhat seorang foodie mala yang baru aja borong jengkol di pasar seunebok Meulaboh A.Barat.
Apalagi ditambah menyambut hari Meugang di Aceh selalu punya cerita unik. Di tengah riuhnya pasar berburu daging sapi dan kerbau kualitas premium, ada satu pemandangan yang tidak kalah menarik yaitu kerumunan ibu-ibu yang sibuk "menyerbu" lapak jengkol!
Bagi masyarakat Aceh, Meugang tanpa jengkol itu ibarat kopi tanpa gula—ada yang kurang rasanya.Apalagi dengan harga yang jauh lebih murah dari biasanya.
Jadi, buat kalian yang masih kurang suka dengan jengkol hanya cuma gara-gara baunya, kalian beneran rugi parah. untuk pecinta jengkol punya prinsip: Bau di mulut sementara, nikmat di lidah selamanya! Cukup sedia kopi atau permen karet, urusan pergaulan tetap aman terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....