Rekomendasi Beragam Olahan Durian Autentik di Aceh

  • 07 Jan 2026 23:03 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh :  Memasuki musim panen raya durian di Aceh, aroma harum menyengat kini memenuhi sudut-sudut kota, mulai dari pasar tradisional hingga kafe modern.

Namun, di Serambi Mekkah, menikmati durian bukan sekadar mengupas kulitnya. Masyarakat Aceh memiliki cara-cara unik dan tradisional dalam mengolah durian menjadi hidangan yang kaya rasa.

 

Dari perpaduan rasa manis hingga fermentasi yang gurih, berikut adalah deretan olahan durian yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Aceh:

1. Kuah Tuhe,  Tradisi Manis yang Tak Tergantikan

Menu paling ikonik adalah Kuah Tuhe. Ini adalah hidangan berbahan dasar santan encer yang dimasak dengan gula, daun pandan, dan tentu saja daging durian segar. Kuah Tuhe biasanya disajikan dengan sepotong ketan putih (bulukat) atau roti jala. Rasanya yang manis-gurih menjadikan menu ini primadona saat berbuka puasa atau acara kenduri adat.

2. Pulut Durian, Sensasi Bakar yang Harum

Di sepanjang jalan lintas Banda Aceh–Meulaboh, Pulut Durian menjadi primadona bagi pelancong. Pulut (ketan yang dibungkus daun pisang dan dibakar) disajikan hangat bersama daging durian yang segar. Perpaduan aroma daun pisang yang terbakar dengan manisnya durian memberikan pengalaman rasa yang sangat autentik.

3. Asam Drien (Tempoyak Aceh), Keajaiban Fermentasi

Bagi pencinta rasa gurih-pedas, Asam Drien adalah jawabannya. Berbeda dengan menu manis lainnya, Asam Drien dibuat dari daging durian yang difermentasi (tempoyak). Di Aceh, hasil fermentasi ini dimasak bersama santan, udang, dan bumbu rempah seperti cabai hijau serta serai. Hasilnya adalah masakan dengan cita rasa asam, pedas, dan tajam yang sangat meningkatkan nafsu makan.

4. Inovasi Modern, Jus Durian Samalanga

Tak hanya menu tradisional, inovasi minuman juga terus berkembang. Di wilayah Bireuen, khususnya Samalanga, Jus Durian asli Aceh menjadi buruan. Jus ini tidak menggunakan pemanis buatan, melainkan mengandalkan kekentalan daging durian asli yang dicampur dengan es serut, memberikan kesegaran maksimal di tengah cuaca Aceh yang tropis.

 

Dampak Ekonomi Bagi Petani Lokal

Melimpahnya olahan durian ini memberikan dampak positif bagi petani di daerah penghasil seperti Tangse (Pidie), Aceh Jaya, dan Aceh Selatan.

Bagi Anda yang sedang berada di Aceh, pastikan untuk tidak melewatkan wisata kuliner durian ini. Namun, para ahli kesehatan setempat tetap mengingatkan agar tetap mengonsumsi air putih yang cukup dan tidak berlebihan dalam menyantap buah berkalori tinggi ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....