Pemkab Aceh Barat Perkuat Jejaring Layanan Gizi, KIA dan Kesehatan Reproduksi

  • 28 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat koordinasi lintas sektor melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring Layanan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro), yang berlangsung di Tiara Hotel Meulaboh, Senin 28 September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi.

Ruswaidi mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat pembangunan kesehatan di Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya, koordinasi dan jejaring layanan menjadi bagian penting untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang terpadu dan berkualitas bagi masyarakat.

“Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya kita membangun Aceh Barat yang maju dan sejahtera. Maka kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam 100 program prioritas Pemkab Aceh Barat,” kata Ruswaidi.

Ia menjelaskan, pembangunan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pelayanan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan yang dekat dan berkualitas serta membangun masyarakat yang sehat sejak awal kehidupan.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa hingga keluarga dan masyarakat.

“Data stunting yang masih menjadi perhatian kita menunjukkan bahwa penguatan upaya pencegahan dan pendampingan keluarga perlu terus dilakukan. Persoalan ini juga berkaitan dengan banyak hal, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, lingkungan, perilaku hidup sehat hingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ruswaidi menyebutkan, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi arah bersama dalam penguatan pembangunan kesehatan di Aceh Barat.

Pertama, memperkuat pencegahan sejak awal dengan membangun kesehatan dari hulu hingga hilir. Kedua, memastikan layanan kesehatan semakin terhubung melalui koordinasi antar layanan dan antarunsur dalam satu kesatuan.

“Kemudian yang terakhir, kita perlu memperkuat peran keluarga dan masyarakat. Pemerintah dapat menyediakan kebijakan dan pelayanan, tetapi keluarga merupakan lingkungan pertama tempat kesehatan itu dibentuk,” katanya.

Ia berharap kegiatan koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan, khususnya dalam percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni, melalui Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Jufra Fonna, SKM, M.Kes mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam implementasi jejaring layanan gizi, kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan menyamakan persepsi dan membangun komitmen antara Dinas Kesehatan, camat, organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun jejaring layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari posyandu hingga rumah sakit.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), serta Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan mengusung tema “Terintegrasi, Kolaboratif dan Berdampak untuk Penurunan Stunting serta Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Aceh Barat.”

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Aceh Barat mendorong penguatan sinergi lintas sektor agar pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi serta upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara terpadu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....