Tiga Kebiasaan Sehari-hari Terbukti Tunda Demensia hingga 12 Tahun
- 24 Agt 2026 16:11 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Menjaga kesehatan pembuluh darah sejak usia paruh baya dinilai dapat membantu mempertahankan fungsi otak dan menekan risiko demensia di usia lanjut.
Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 12.409 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara tiga faktor risiko yang dapat dimodifikasi, yakni tekanan darah tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok, dengan lamanya seseorang hidup tanpa demensia.
Para peserta penelitian memiliki usia rata-rata sekitar 56 tahun dan dipantau selama rata-rata 26 tahun. Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang tidak merokok serta tidak memiliki hipertensi dan diabetes memiliki rata-rata masa hidup tanpa demensia sekitar 12,6 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki ketiga faktor risiko tersebut.
Selama masa pemantauan, sebanyak 3.008 peserta mengalami demensia, sementara 5.238 lainnya meninggal tanpa mengalami demensia. Peserta yang memiliki ketiga faktor risiko tersebut tercatat memiliki kemungkinan sekitar 2,7 kali lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan peserta tanpa ketiga faktor risiko tersebut.
1. Menjaga Tekanan Darah
Hipertensi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena tekanan darah tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan aliran darah ke otak.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memasuki usia paruh baya. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah.
| Baca juga: Dampak Begadang terhadap Kesehatan Remaja |
2. Mengendalikan Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang juga dapat berdampak terhadap kesehatan pembuluh darah. Diabetes diketahui sebagai salah satu faktor risiko penyakit pembuluh darah yang juga berkaitan dengan kesehatan otak.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.
Bagi masyarakat yang telah memiliki diabetes, pengendalian kadar gula darah sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
3. Berhenti Merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor risiko yang dapat diubah untuk membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan berbagai risiko kesehatan. Bagi perokok yang mengalami kesulitan berhenti, bantuan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan.
Menjaga Kesehatan Sejak Usia Paruh Baya
Penelitian tersebut memperkuat perhatian terhadap pentingnya menjaga kesehatan pembuluh darah sejak usia paruh baya. Namun, hasil penelitian bersifat observasional sehingga tidak dapat diartikan bahwa menghindari ketiga faktor risiko tersebut secara pasti akan membuat seseorang terbebas dari demensia selama 12,6 tahun.
Demensia sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, kondisi kesehatan, faktor genetik, dan gaya hidup. Karena itu, menjaga tekanan darah, mengendalikan diabetes, tidak merokok, beraktivitas fisik, serta menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan otak.
Masyarakat yang mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....