Mengapa Air Minum dalam Botol Tidak Boleh Terlalu Lama Terpapar Matahari?

  • 25 Jul 2026 15:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Masyarakat sering kali meninggalkan air minum dalam kemasan di dalam mobil, di atas sepeda motor, atau di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Kebiasaan tersebut dianggap sepele, padahal paparan panas dalam waktu lama dapat memengaruhi kualitas air minum maupun kondisi kemasannya.

Guru Besar Teknologi Pangan IPB University, Prof. Dr. Nugraha Edhi Suyatma, menjelaskan bahwa air minum dalam kemasan yang diproduksi sesuai standar keamanan pangan pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, botol plastik dirancang untuk disimpan sesuai petunjuk produsen, yakni di tempat yang sejuk, bersih, dan terhindar dari paparan panas berlebih.

Menurut Prof. Nugraha, suhu yang tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas fisik kemasan plastik. Meskipun migrasi zat dari kemasan ke dalam air pada kondisi normal umumnya masih berada dalam batas aman sesuai regulasi, penyimpanan yang tidak sesuai dalam waktu lama tetap sebaiknya dihindari sebagai langkah kehati-hatian.

Selain itu, paparan sinar matahari langsung dapat meningkatkan suhu air di dalam botol. Air yang menjadi hangat memang tidak selalu berbahaya, tetapi rasanya dapat berubah sehingga mengurangi kenyamanan saat dikonsumsi. Apabila kemasan mengalami kerusakan, seperti penyok parah, retak, atau tutup tidak lagi rapat, kualitas produk juga dapat ikut terpengaruh.

Risiko lain adalah pertumbuhan mikroorganisme apabila botol sudah pernah dibuka. Ketika air telah terpapar udara luar atau disentuh saat diminum, bakteri dapat masuk ke dalam botol. Jika kemudian botol tersebut dibiarkan di tempat panas dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan kembali botol air minum sekali pakai dalam jangka waktu yang lama, terutama jika botol sudah tampak kusam, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan. Botol jenis ini memang dirancang untuk penggunaan terbatas sehingga pemakaian berulang memerlukan perhatian terhadap kebersihan dan kondisi fisiknya.

Untuk menjaga kualitas air minum, para ahli menyarankan agar botol disimpan di tempat yang teduh, tidak berada di dalam kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari dalam waktu lama, serta selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum dikonsumsi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengingatkan pentingnya membeli air minum dalam kemasan dari produsen yang memenuhi standar keamanan pangan dan memastikan segel kemasan masih utuh. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga mutu produk hingga dikonsumsi masyarakat.

Dengan memperhatikan cara penyimpanan yang benar, masyarakat dapat tetap menikmati air minum dalam kemasan dengan aman. Para ahli menegaskan bahwa bukan hanya kualitas air yang perlu dijaga, tetapi juga kondisi kemasan dan cara penyimpanannya agar manfaat air minum tetap optimal bagi kesehatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....