Sunscreen saat Memasak, Perlu atau Cuma Mitos?

  • 24 Jul 2026 21:51 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Masak di dapur tidak otomatis mengharuskan seseorang menggunakan sunscreen. Menurut para dermatolog, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), terutama UVA dan UVB, yang berasal dari sinar matahari, bukan dari panas kompor. Karena itu, jika aktivitas memasak dilakukan di dapur tertutup tanpa paparan sinar matahari langsung, penggunaan sunscreen bukanlah keharusan.

Meski demikian, dokter kulit menjelaskan ada kondisi tertentu yang membuat sunscreen tetap disarankan saat memasak. Misalnya, dapur memiliki jendela besar yang memungkinkan sinar matahari masuk secara langsung dalam waktu lama. Berbeda dengan UVB yang sebagian besar terhalang kaca, sinar UVA masih mampu menembus kaca dan berkontribusi terhadap penuaan dini, munculnya flek hitam, hingga kerusakan kulit akibat paparan jangka panjang.

Selain itu, orang yang memiliki kondisi kulit tertentu seperti melasma atau hiperpigmentasi juga perlu lebih berhati-hati. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan panas berlebih dapat memperburuk kondisi pigmentasi pada sebagian orang. Namun perlu dipahami, sunscreen biasa tidak dirancang untuk melindungi kulit dari panas kompor. Produk tersebut bekerja dengan menyaring radiasi ultraviolet, bukan menahan panas. Pada kasus pigmentasi, dokter biasanya menyarankan kombinasi perlindungan berupa sunscreen spektrum luas, mengurangi paparan panas berlebihan, serta menjaga ventilasi dapur tetap baik.

Dokter juga mengingatkan bahwa panas dari kompor lebih berisiko menyebabkan kulit terasa kering atau memicu kemerahan pada individu dengan kulit sensitif dibandingkan menyebabkan kerusakan akibat sinar UV. Oleh karena itu, menjaga kelembapan kulit menggunakan pelembap setelah mencuci wajah dan memastikan sirkulasi udara di dapur berjalan baik juga menjadi langkah penting dalam perawatan kulit sehari-hari.

Bagi masyarakat yang memasak pada siang hari di dapur dengan pencahayaan alami, penggunaan sunscreen tetap dianjurkan sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan semata-mata karena aktivitas memasak. Akademi Dermatologi Amerika (AAD) merekomendasikan penggunaan sunscreen spektrum luas minimal SPF 30 setiap hari untuk area kulit yang terpapar sinar matahari. Perlindungan akan lebih optimal jika disertai upaya menghindari paparan matahari langsung pada jam-jam terik.

Ahli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang menyebut panas kompor dapat digantikan fungsinya oleh sunscreen. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan sunscreen mampu melindungi kulit dari efek panas kompor seperti halnya melindungi dari radiasi UV. Dengan kata lain, apabila tujuan utamanya adalah mengurangi rasa panas saat memasak, memperbaiki ventilasi dapur, menggunakan exhaust fan, atau menjaga jarak aman dari sumber panas merupakan langkah yang lebih efektif.

Kesimpulannya, memakai sunscreen saat memasak bukan karena kompor mengeluarkan panas, melainkan karena kemungkinan adanya paparan sinar matahari yang masuk ke dapur. Jika memasak di ruangan tanpa sinar matahari langsung, sunscreen tidak wajib digunakan khusus untuk aktivitas tersebut. Namun sebagai bagian dari perlindungan kulit harian, terutama bagi mereka yang sering terpapar cahaya matahari atau memiliki masalah pigmentasi, penggunaan sunscreen tetap menjadi kebiasaan yang dianjurkan oleh para ahli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....