Aceh Barat Perkuat Upaya Cegah Stunting Sejak Dini

  • 29 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, DP3AKB, pemerintah desa, hingga masyarakat. Langkah ini dilakukan karena stunting dinilai bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, sanitasi, dan kesiapan keluarga dalam membangun generasi yang sehat.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Aceh Barat, Cut Yulia, mengatakan penanganan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Menurutnya, DP3AKB fokus pada pencegahan melalui pendampingan keluarga berisiko stunting, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.

“Stunting tidak bisa ditangani sendiri. Semua pihak harus berkolaborasi, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” kata Cut Yulia dalam dialog RRI Meulaboh, Rabu 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah juga menjalankan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berkontribusi membantu keluarga berisiko stunting, baik melalui bantuan nutrisi maupun dukungan terhadap akses sanitasi dan lingkungan sehat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Barat, Saflinda Yunita, menyebutkan pihaknya terus melakukan berbagai intervensi spesifik seperti pemantauan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu.

Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan saat ini semakin meningkat sehingga memudahkan petugas dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....