Puskesmas Meureubo Screening HIV/AIDS dan TB bagi Warga Binaan Lapas Meulaboh
- 02 Sep 2026 11:13 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh – Puskesmas Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, melakukan pemeriksaan dan edukasi kesehatan sebanyak 104 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Warga binaan menjalani screening atau pemeriksaan awal HIV/AIDS, Sifilis dan Tuberkulosis (TB), Selasa, 1 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus memperkuat pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, Sifilis dan TB di lingkungan Lapas.
Kepala Puskesmas Meureubo, Desi Resita, Rabu (2/9/2026), mengatakan screening dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan serta mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular sejak dini.
“Screening ini kita lakukan sebagai upaya deteksi dini HIV/AIDS dan Tuberkulosis pada warga binaan. Dengan pemeriksaan ini, apabila ditemukan adanya indikasi penyakit, dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur kesehatan,” ujar Desi Resita kepada RRI.co.id.
Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan hunian bersama.
Untuk screening HIV dan Sifilis, petugas melakukan pengambilan sampel darah menggunakan metode rapid test secara steril dengan tetap menjaga kerahasiaan dan privasi warga binaan melalui pendekatan voluntary counseling and testing (VCT).
Sementara itu, screening TB dilakukan melalui wawancara terkait gejala klinis, seperti batuk berdahak, demam, dan penurunan berat badan. Warga binaan yang menunjukkan gejala indikatif kemudian menjalani pengambilan sampel sputum atau dahak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung secara tertib dengan menerapkan protokol kesehatan serta tetap menghormati hak privasi warga binaan.
Sebanyak 104 warga binaan yang menjadi sasaran berhasil mengikuti seluruh proses screening secara kooperatif. Data hasil pemeriksaan kemudian direkapitulasi oleh tim Puskesmas Meureubo dan Dinas Kesehatan untuk dilakukan tindak lanjut medis sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan hasil yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Tindak lanjut akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien, baik berupa pengobatan, konseling lanjutan maupun penanganan lainnya sesuai prosedur kesehatan,” jelasnya.
Desi mengatakan lingkungan Lapas menjadi salah satu tempat yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan.
Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan Puskesmas Meureubo juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala penyakit menular serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Harapan kita, melalui kegiatan ini penyakit dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya juga bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan screening penyakit menular bagi warga binaan merupakan bagian dari kerja sama antara Lapas Meulaboh, Puskesmas Meureubo dan Dinas Kesehatan Aceh Barat.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan warga binaan tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan, deteksi dini dan pengendalian penyakit menular.
Puskesmas Meureubo berkomitmen terus mendukung program pemerintah melalui kegiatan promotif dan preventif, pemeriksaan kesehatan serta edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk kelompok warga binaan di lingkungan Lapas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....