Makanan Sehat dan Gizi Seimbang yang Perlu di Terapkan dalam kehidupan Sehari Hari
- 28 Jun 2026 09:10 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mengajak masyarakat kembali menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang setelah perayaan Iduladha. Edukasi tersebut disampaikan dalam program Indonesia Sehat di RRI Meulaboh yang menghadirkan Kepala Instalasi PKRS, Emi Hartini, bersama Ahli Gizi Aurora Nikasia Putriza, S.Tr.Gz.
Dalam kesempatan itu, Emi Hartini mengatakan momen Iduladha identik dengan melimpahnya konsumsi daging dan makanan berlemak. Kondisi tersebut sering membuat pola makan masyarakat menjadi tidak teratur sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
"Setelah Lebaran, saatnya kembali menerapkan pola hidup sehat. Semua makanan boleh dikonsumsi, tetapi harus memperhatikan porsi dan keseimbangannya," ujarnya.
Aurora menjelaskan bahwa konsep lama "4 Sehat 5 Sempurna" telah digantikan dengan Pedoman Gizi Seimbang sejak 1994. Salah satu panduan yang kini dianjurkan pemerintah adalah konsep Isi Piringku, yaitu membagi porsi makan menjadi sayuran, buah, protein, dan karbohidrat secara seimbang.
Menurutnya, setengah bagian piring sebaiknya diisi sayur dan buah, sedangkan sisanya terdiri atas sumber protein dan karbohidrat. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengonsumsi makanan yang beragam sehingga kebutuhan zat gizi makro maupun mikro dapat terpenuhi.
Aurora menambahkan bahwa sumber karbohidrat tidak hanya berasal dari nasi, tetapi juga kentang, ubi, jagung, dan makanan berbahan tepung. Karena itu, masyarakat perlu menghindari konsumsi karbohidrat berlebihan dalam satu waktu.
Pada sesi interaktif, seorang pendengar, Kasiman, menanyakan cara menurunkan berat badan cucunya yang berusia 18 tahun dengan berat sekitar 90 kilogram. Menanggapi hal tersebut, Aurora menyarankan agar penurunan berat badan dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi makan secara drastis.
Ia merekomendasikan pola makan tiga kali sehari disertai dua kali camilan sehat berupa buah atau kacang-kacangan, memperbanyak konsumsi protein seperti telur, tahu, tempe, dan ikan, serta tetap sarapan agar konsentrasi tetap terjaga. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga menjadi bagian penting dalam pengendalian berat badan.
Aurora menyarankan masyarakat yang mengalami obesitas untuk berkonsultasi dengan ahli gizi di rumah sakit agar kebutuhan kalori harian dapat dihitung secara tepat dan program penurunan berat badan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Sementara itu, pendengar lainnya mempertanyakan penerapan gizi seimbang bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Emi Hartini menegaskan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan sayuran yang ditanam sendiri, seperti daun kelor, daun singkong, maupun berbagai jenis sayuran pekarangan. Buah lokal seperti pepaya, pisang, dan mentimun juga dapat menjadi pilihan yang murah dan bergizi.
Ia juga mengingatkan agar daging kurban tidak dikonsumsi secara berlebihan. Daging dapat diolah bersama sayuran atau dikombinasikan dengan sumber protein lain seperti ikan dan telur sehingga menu harian tetap seimbang.
Di akhir dialog, Emi mengajak keluarga untuk saling mendukung dalam membangun kebiasaan hidup sehat, termasuk mendampingi anggota keluarga yang mengalami obesitas tanpa memberikan stigma atau ejekan. Dukungan keluarga, pola makan seimbang, serta aktivitas fisik yang rutin dinilai menjadi kunci dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....