Kurang Tidur Bukan Sepele, Kenali Bahaya Sleep Debt bagi Tubuh
- 24 Jun 2026 10:48 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Banyak orang menganggap kurang tidur sebagai hal biasa, terutama di tengah padatnya aktivitas kerja, kuliah, maupun penggunaan ponsel hingga larut malam. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan sleep debt atau utang tidur, kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai kebutuhan tubuh dalam jangka waktu tertentu.
Mengutip laman Sleep Foundation pada Selasa, 23 Juni 2026, mengungkapkan bahwa utang tidur juga disebut defisit tidur, adalah selisih antara jumlah tidur yang dibutuhkan seseorang dan jumlah yang sebenarnya mereka dapatkan. Misalnya, jika tubuh Anda membutuhkan delapan jam tidur per malam tetapi Anda hanya mendapatkan enam jam, Anda telah menumpuk utang tidur selama dua jam.
Namun, melalui praktik tidur yang sehat dan penyesuaian gaya hidup, Anda dapat pulih dari utang tidur dan mendapatkan kembali manfaat istirahat berkualitas. Karena utang tidur bersifat kumulatif, tidur 30 atau 60 menit lebih lambat dari biasanya selama beberapa hari dapat dengan cepat menumpuk. Aktivitas paling umum yang menyebabkan kurang tidur adalah jam kerja, perjalanan pulang pergi, bersosialisasi, bersantai, dan menonton TV.
Mereka yang mengalami kekurangan tidur mungkin tidak selalu mengalami peningkatan tingkat kelelahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dapat beradaptasi secara kognitif terhadap pembatasan tidur kronis.
Dampak sleep debt tidak selalu langsung terasa. Namun, seiring waktu kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, menurunnya daya ingat, perubahan suasana hati, hingga meningkatnya risiko berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan gangguan metabolisme.
Selain itu, kurang tidur juga dapat memengaruhi produktivitas. Seseorang yang memiliki utang tidur cenderung lebih mudah mengantuk saat beraktivitas, membuat keputusan yang kurang tepat, dan mengalami penurunan performa dalam bekerja maupun belajar.
Para ahli kesehatan menyarankan untuk mulai membayar utang tidur dengan memperbaiki pola istirahat secara bertahap. Tidur lebih awal, menjaga jadwal tidur yang konsisten, membatasi konsumsi kafein pada malam hari, serta mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Meskipun tidur lebih lama saat akhir pekan dapat membantu mengurangi kelelahan, cara terbaik untuk mencegah sleep debt adalah dengan memenuhi kebutuhan tidur setiap hari. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri, menjaga kesehatan otak, serta mendukung aktivitas sehari-hari secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....