Mitos atau Fakta? Melewatkan Sarapan Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan
- 14 Jun 2026 22:49 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Banyak orang percaya bahwa melewatkan sarapan adalah jalan cepat untuk menurunkan berat badan. Namun, benarkah mengurangi satu waktu makan otomatis membuat angka timbangan turun? Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan jawabannya tidak sesederhana itu.
Sarapan sering disebut sebagai “makanan terpenting dalam sehari”. Di sisi lain, tren diet modern justru membuat sebagian orang sengaja melewatkannya demi memangkas kalori. Di tengah dua pandangan yang bertolak belakang ini, mana yang sebenarnya didukung oleh sains?
Melewatkan sarapan belum tentu menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penurunan berat badan lebih dipengaruhi oleh total asupan kalori harian, kualitas makanan, pola makan secara keseluruhan, serta konsistensi gaya hidup dibanding sekadar apakah seseorang sarapan atau tidak.
Temuan tersebut diperkuat melalui kajian sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam The BMJ tahun 2019. Penelitian yang menganalisis sejumlah uji acak terkontrol menemukan tidak ada bukti kuat bahwa rutin sarapan menyebabkan penurunan berat badan. Sebaliknya, pada beberapa kelompok, konsumsi sarapan justru dikaitkan dengan peningkatan total asupan energi harian.
Namun, bukan berarti melewatkan sarapan otomatis lebih baik. Penelitian lain yang dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2021 menemukan hubungan antara kebiasaan sering melewatkan sarapan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan dan obesitas dalam studi observasional jangka panjang, meski hubungan sebab-akibatnya belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Kajian lain dalam jurnal Obesity menunjukkan bahwa pada beberapa orang dewasa, melewatkan sarapan dapat menghasilkan penurunan berat badan kecil dalam jangka pendek. Namun, peneliti juga mencatat adanya potensi perubahan parameter metabolik tertentu sehingga strategi ini tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.
Ahli gizi umumnya menekankan bahwa pola makan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Orang yang merasa lebih kenyang dan mampu mengontrol makan sepanjang hari tanpa sarapan mungkin dapat menjalani pola tertentu seperti pembatasan waktu makan (time-restricted eating). Sebaliknya, bagi mereka yang mudah lapar dan cenderung makan berlebihan di siang atau malam hari, sarapan tetap dapat membantu mengatur pola makan harian.
Kesimpulannya, anggapan bahwa melewatkan sarapan pasti membantu menurunkan berat badan adalah mitos. Yang lebih mendekati fakta adalah: penurunan berat badan terjadi ketika terdapat keseimbangan energi yang tepat dan pola makan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Sarapan atau tidak sarapan bukanlah faktor tunggal penentunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....