Amankah Makan Tempe yang Sudah Lama? Ini Ciri-Ciri yang Harus Diketahui
- 13 Jun 2026 19:47 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang dikenal kaya protein dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, ketika tempe sudah berubah warna, aroma, atau teksturnya, banyak orang bertanya-tanya: apakah tempe tersebut masih aman dikonsumsi atau harus dibuang?
Tidak semua tempe yang mengalami perubahan berarti sudah tidak layak makan. Di beberapa daerah, terdapat istilah tempe semangit, yaitu tempe yang mengalami fermentasi lebih lanjut sehingga memiliki aroma lebih kuat dan rasa yang khas. Tempe jenis ini sering digunakan sebagai bahan masakan tradisional seperti sambal tumpang atau campuran sayur.
Meski begitu, masyarakat perlu berhati-hati membedakan antara tempe semangit dan tempe yang benar-benar busuk. Tempe yang masih dapat dimanfaatkan biasanya masih memiliki ciri fermentasi normal, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan pertumbuhan jamur yang mencurigakan.
Sementara itu, tempe sebaiknya dibuang jika memiliki ciri- ciri seperti, Sabtu, 13 Juni 2026:
Bau busuk menyengat yang tidak seperti aroma fermentasi biasa.
Tekstur menjadi berlendir atau terlalu lembek.
Muncul jamur dengan warna tidak normal seperti hijau, hitam pekat, atau warna lain yang mencurigakan.
Rasa berubah menjadi pahit atau tidak wajar setelah dimasak.
Tempe yang sudah terlalu matang memang bisa memberikan cita rasa unik pada masakan. Namun, keamanan tetap menjadi hal utama. Jika kondisi tempe diragukan, lebih baik tidak dikonsumsi untuk menghindari risiko gangguan kesehatan.
Dengan memahami ciri-cirinya, masyarakat dapat memanfaatkan tempe fermentasi lanjut secara bijak tanpa menyamakan semua tempe yang berubah kondisi sebagai makanan yang aman. Pengetahuan tentang pengolahan pangan menjadi kunci agar makanan tetap lezat sekaligus aman dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....