Bahaya Tidur di dalam Mobil Resiko Kesehatan yang Kerap di Abaikan
- 31 Mei 2026 22:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Tidur di dalam mobil sering menjadi pilihan bagi sebagian orang saat melakukan perjalanan jauh atau ketika merasa lelah di tengah perjalanan. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan dan keselamatan yang tidak boleh dianggap sepele.
Pakar kesehatan dan keselamatan transportasi mengingatkan bahwa tidur di dalam mobil, terutama saat mesin menyala dan jendela tertutup rapat, dapat meningkatkan risiko paparan gas berbahaya yang berpotensi mengancam nyawa. Dikutip rri.co.id pada Minggu 31 Mei 2026, dari berbagai sumber.
1.Risiko Keracunan Karbon Monoksida:
Salah satu bahaya terbesar tidur di dalam mobil adalah paparan gas karbon monoksida (CO). Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan dapat masuk ke dalam kabin kendaraan melalui sistem ventilasi atau kebocoran pada knalpot. Karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala awal keracunan meliputi sakit kepala, pusing, mual, lemas, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.
2.Kekurangan Oksigen:
Tidur dalam mobil dengan seluruh jendela tertutup dalam waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi udara menjadi terbatas. Meskipun kendaraan tidak sepenuhnya kedap udara, kondisi ini tetap dapat membuat kualitas udara di dalam kabin menurun, terutama jika mobil diparkir di ruang tertutup atau area dengan ventilasi buruk.
3.Risiko Heatstroke dan Dehidrasi:
Ketika mobil diparkir di bawah sinar matahari, suhu di dalam kabin dapat meningkat dengan cepat meskipun cuaca di luar tidak terlalu panas. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heatstroke yang berbahaya bagi kesehatan. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan mengalami dampak serius akibat suhu tinggi di dalam kendaraan.
4.Menyebabkan Nyeri Otot dan Gangguan Postur:
Kursi mobil dirancang untuk berkendara, bukan untuk tidur dalam waktu lama. Posisi tidur yang kurang ergonomis dapat menyebabkan nyeri leher, sakit punggung, pegal pada bahu, hingga gangguan otot dan sendi setelah bangun. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
5.Ancaman Keamanan dan Keselamatan:
Selain risiko kesehatan, tidur di dalam mobil juga dapat meningkatkan risiko tindak kejahatan, terutama jika kendaraan diparkir di tempat yang sepi atau kurang aman. Pengemudi yang tertidur terlalu lama di area yang tidak diawasi juga berpotensi menjadi sasaran pencurian atau tindakan kriminal lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....