Tidur Berantakan saat Libur Bisa Ganggu Aktivitas, Ini Cara Mengatasinya
- 30 Mei 2026 11:58 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Libur panjang sering membuat jam tidur berubah drastis. Tidur larut malam, bangun siang, hingga kebiasaan bermain gawai sampai dini hari menjadi pola yang kerap terjadi saat masa liburan. Namun, kondisi ini dapat membuat tubuh “kaget” ketika harus kembali bekerja atau bersekolah.
Kurangnya pengaturan pola tidur selama libur dapat memicu rasa lelah berkepanjangan, sulit fokus, mudah mengantuk, hingga menurunkan produktivitas pada hari-hari pertama kembali beraktivitas. Karena itu, para ahli kesehatan tidur menyarankan masyarakat mulai mengatur kembali ritme tidur beberapa hari sebelum masa liburan berakhir.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), tidur memiliki peran penting bagi kesehatan fisik maupun mental. Orang dewasa disarankan tidur selama tujuh jam atau lebih setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
Selain durasi tidur, konsistensi jam tidur juga menjadi faktor penting. Sebuah tinjauan ilmiah dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism menyebutkan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur dan perubahan waktu tidur yang ekstrem berkaitan dengan berbagai dampak kesehatan, termasuk penurunan konsentrasi dan gangguan metabolisme tubuh.
Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat mulai tidur dan bangun lebih awal secara bertahap menjelang akhir masa libur. Perubahan kecil sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari dinilai lebih efektif dibanding memaksa tubuh langsung kembali ke jadwal normal.
Selain itu, penggunaan ponsel atau gawai sebelum tidur juga perlu dibatasi. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Mengurangi konsumsi kafein pada malam hari dan menciptakan suasana kamar yang nyaman juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.
Menjaga paparan cahaya matahari di pagi hari turut membantu tubuh menyesuaikan kembali ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini berperan penting dalam mengatur waktu tidur dan bangun seseorang.
Di media sosial dan forum daring, banyak pengguna juga membagikan pengalaman mereka dalam memperbaiki pola tidur setelah liburan. Beberapa di antaranya menyebut olahraga ringan, membatasi kopi malam hari, hingga konsisten menjauhkan ponsel sebelum tidur cukup membantu mengembalikan jam tidur normal.
Mengatur pola tidur sebelum kembali beraktivitas bukan hanya soal menghindari rasa kantuk, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dan kestabilan konsentrasi. Dengan tidur yang cukup dan teratur, tubuh dapat beradaptasi lebih baik saat kembali menjalani rutinitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....