Mengapa Kita Bisa Tiba-Tiba Lupa Tujuan Masuk ke Sebuah Ruangan?

  • 25 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pernahkah Anda berjalan menuju dapur, kamar, atau ruang kerja, tetapi sesampainya di sana justru lupa apa yang ingin dilakukan? Fenomena tersebut ternyata cukup umum dialami banyak orang. Meski sering dianggap sebagai tanda pelupa, para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari cara kerja normal otak dalam mengelola informasi.

Psikolog kognitif dari University of Notre Dame, Prof. Gabriel A. Radvansky, melalui penelitiannya menjelaskan bahwa fenomena ini dikenal sebagai doorway effect atau doorway phenomenon. Ketika seseorang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, otak memperlakukan perpindahan tersebut sebagai pergantian konteks sehingga informasi yang sebelumnya berada dalam fokus perhatian dapat tersimpan sementara dan menjadi lebih sulit diingat.

Menurut Prof. Radvansky, otak manusia bekerja dengan cara mengelompokkan pengalaman berdasarkan lingkungan atau konteks. Saat melewati pintu menuju ruangan baru, otak mulai memproses informasi yang berkaitan dengan lingkungan tersebut. Akibatnya, tujuan awal yang belum sempat dilakukan dapat tergeser oleh informasi baru yang masuk.

Fenomena ini bukan berarti seseorang mengalami gangguan daya ingat. Pada orang sehat, doorway effect merupakan mekanisme alami yang membantu otak mengatur dan menyaring jutaan informasi yang diterima setiap hari. Justru kemampuan tersebut membuat otak lebih efisien dalam memproses berbagai aktivitas yang dilakukan.

Selain perpindahan ruangan, rasa lelah, kurang tidur, stres, dan kebiasaan melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan atau multitasking juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami lupa sesaat. Ketika perhatian terbagi ke banyak hal, otak menjadi lebih sulit mempertahankan informasi dalam memori jangka pendek.

Psikolog klinis Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., mengatakan bahwa kemampuan mengingat sangat dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi. Menurutnya, apabila seseorang melakukan suatu aktivitas sambil memikirkan banyak hal lain, peluang untuk lupa terhadap tujuan awal akan menjadi lebih besar.

Untuk mengurangi kejadian tersebut, para ahli menyarankan masyarakat agar lebih fokus saat melakukan satu aktivitas. Mengucapkan tujuan secara perlahan dalam hati, menuliskannya pada catatan kecil, atau menyelesaikan satu pekerjaan sebelum memulai pekerjaan lain dapat membantu memperkuat ingatan jangka pendek.

Selain itu, menjaga kualitas tidur, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan melatih otak melalui kegiatan seperti membaca, bermain teka-teki, atau belajar hal baru juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Kebiasaan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan daya ingat dan kemampuan berkonsentrasi.

Para ahli menegaskan bahwa sesekali lupa tujuan saat memasuki sebuah ruangan merupakan hal yang wajar dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila keluhan lupa semakin sering terjadi, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai perubahan perilaku dan kesulitan mengingat informasi penting, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan memahami cara kerja otak, masyarakat diharapkan tidak mudah panik ketika mengalami lupa sesaat. Fenomena doorway effect menunjukkan bahwa otak manusia memiliki sistem yang kompleks dalam mengatur perhatian dan memori. Menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan melatih konsentrasi menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....