Sleepmaxxing, Tren Baru Gen Z Demi Tidur Berkualitas
- 17 Mei 2026 06:49 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tidur kini bukan lagi sekadar istirahat bagi Gen Z, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang sedang naik daun. Dari mematikan notifikasi sebelum tidur, memakai sleep tracker, hingga menciptakan kamar bak hotel dengan lampu redup dan aroma terapi, generasi muda berlomba-lomba mendapatkan tidur paling berkualitas lewat tren yang disebut sleepmaxxing.
Fenomena sleepmaxxing ramai dibahas di platform seperti TikTok dan Instagram. Tren ini merujuk pada berbagai upaya untuk mengoptimalkan kualitas tidur, mulai dari membatasi paparan cahaya biru, menggunakan aromaterapi, konsumsi magnesium, hingga memanfaatkan teknologi pemantau tidur.
Sejumlah pakar menilai tren tersebut muncul karena meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap dampak kurang tidur bagi kesehatan mental dan produktivitas. Penelitian berjudul How Do You Sleep? The Impact of Sleep Apps on Generation Z's Well-Being menyebut aplikasi dan teknologi tidur kini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z dalam menjaga kesejahteraan mereka.
Selain itu, jurnal Modern-Day Contributors to Sleep Disturbances in Generation Z mengungkapkan Gen Z termasuk kelompok yang paling rentan mengalami gangguan tidur akibat penggunaan gawai dan media sosial yang tinggi. Bahkan survei yang dikutip dalam jurnal tersebut menyebut sekitar 93 persen Gen Z sering tidur larut karena penggunaan ponsel.
Tren sleepmaxxing kemudian berkembang sebagai respons terhadap pola hidup modern yang membuat kualitas tidur semakin menurun. Berbagai kebiasaan seperti tidur di ruangan dingin, memakai white noise, hingga mengurangi konsumsi kafein pada malam hari menjadi bagian dari rutinitas yang dianggap membantu tidur lebih nyenyak.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar tren ini tidak dilakukan secara berlebihan. Laporan dari CBS News menyebut obsesi terhadap “tidur sempurna” justru dapat memicu kecemasan baru yang dikenal sebagai orthosomnia, yakni kondisi ketika seseorang terlalu terobsesi pada skor atau kualitas tidur dari perangkat digital.
Pakar kesehatan tidur juga menilai beberapa metode viral seperti mouth taping atau penggunaan suplemen tertentu belum sepenuhnya memiliki bukti ilmiah kuat dan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Pendekatan paling efektif tetap berasal dari pola tidur yang konsisten, mengurangi waktu layar sebelum tidur, serta menjaga lingkungan tidur tetap nyaman.
Di tengah padatnya aktivitas digital dan tekanan produktivitas, sleepmaxxing menunjukkan bahwa Gen Z mulai menempatkan tidur sebagai bagian penting dari kesehatan. Namun, para ahli menegaskan kualitas tidur yang baik tidak harus dicapai lewat tren berlebihan, melainkan melalui kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....