Ancaman Nyata Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Selatan

  • 13 Jun 2026 09:06 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh – Wilayah pantai barat selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat, kembali menghadapi risiko tahunan yang mengancam keberlangsungan lingkungan dan kesehatan masyarakat: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut. Terlebih di tengah paparan cuaca panas ekstrem yang melanda akhir-akhir ini, ekosistem gambut menjadi sangat rentan terfragmentasi dan terbakar hebat.

Fenomena krusial ini dibahas secara mendalam dalam program siaran SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) di RRI Pro 2 Meulaboh, Jumat (12/6/2026). Mengangkat topik "Dampak Cuaca Panas Ekstrem Terhadap Kebakaran di Lahan Gambut", diskusi ini menghadirkan Dr. Monalisa, SPM.Si (Ketua II Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh / Aceh Climate Change Initiative - ACCI Universitas Syiah Kuala) sebagai narasumber, dipandu oleh presenter Nanda.

Dampak Fatal yang Kerap Diabaikan: Suhu Panas hingga Kandungan Air Menjadi Asam

Kebakaran lahan gambut bukan sekadar masalah asap yang menggangu jarak pandang. Karhutla gambut yang terus berulang setiap tahunnya di Aceh Barat membawa efek domino yang merusak pondasi kehidupan lingkungan:

Kualitas Udara yang Tidak Sehat (Krisis Pernapasan): Asap dari gambut yang terbakar membawa partikel halus berbahaya yang memicu ISPA, merusak paru-paru, dan mengancam kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Peningkatan Suhu Mikro secara Drastis: Lahan gambut yang rusak kehilangan kemampuannya dalam menyimpan air dan mengatur kelembaban. Akibatnya, pelepasan karbon besar-besaran ke atmosfer membuat suhu udara sekitar terasa semakin terik dan panas menyengat.

Krisis Kualitas Air (Air Menjadi Asam): Dampak tersembunyi yang jarang disadari adalah rusaknya hidrologi gambut. Efek pembakaran memicu pelindian zat-zat kimia yang meningkatkan kadar keasaman (pH rendah) pada cadangan air tanah dan aliran sungai di sekitarnya. Air yang semakin asam ini mengancam ketersediaan air bersih warga dan merusak ekosistem perikanan lokal.

Harapan Besar kepada Pemerintah Daerah: Jangan Anggap Remeh Siklus Tahunan

Mengingat Kabupaten Aceh Barat merupakan daerah yang "notabene" menjadi langganan tetap kebakaran lahan setiap tahunnya, penanganan dari pemerintah setempat tidak boleh lagi sekadar bersifat momentum atau musiman.

Melalui ruang dengar RRI Pro 2 Meulaboh, narasumber menegaskan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat beserta instansi terkait menunjukkan komitmen yang jauh lebih serius. Pemerintah kota dan kabupaten dituntut untuk melahirkan regulasi preventif yang tegas, memperkuat pengawasan tata kelola air gambut (gambut basah), serta menyiapkan mitigasi dini sebelum titik api meluas. Jika penegakan hukum dan langkah pencegahan tidak diseriuskan, maka masyarakat akan terus terjebak dalam lingkaran setan bencana ekologis ini.

Narasi Pengunggah Semangat Lingkungan (Quote Edukatif):

"Menjaga gambut tetap basah adalah investasi kehidupan. Ketika lahan gambut terbakar, kita tidak hanya kehilangan ruang hijau, melainkan sedang meracuni udara yang kita hirup dan mengasamkan air yang kita minum. Mari berhenti saling berargumen, dan mulai bersinergi demi masa depan bumi Teuku Umar yang lebih sejuk dan sehat."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....