Mahasiswa Teknik Industri UTU Ciptakan Alat Ubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar
- 02 Jul 2026 22:24 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif melalui alat bernama Phyrotech. Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi pirolisis untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomis sekaligus berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan.
Phyrotech dikembangkan oleh tim mahasiswa yang diketuai Adi Syahputra dengan anggota Husaini, Rangga Fages, dan Robela. Proyek tersebut terlaksana di bawah bimbingan dosen Teknik Industri UTU, Ir Heri Tri Irawan ST MT setelah melalui serangkaian proses penelitian, perancangan, dan uji coba.
Ketua tim, Adi Syahputra, mengatakan ide pengembangan Phyrotech berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah plastik yang sulit terurai dan menjadi persoalan lingkungan.
"Kami mencari solusi agar sampah plastik tidak hanya berkurang, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis. Melalui alat Phyrotech, limbah plastik dipanaskan pada suhu tinggi tanpa oksigen atau melalui proses pirolisis sehingga menghasilkan cairan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Adi, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah plastik.

Selama proses pengembangan, tim memperoleh pendampingan intensif dari dosen pembimbing, mulai dari perancangan desain alat, perhitungan sistem termal, hingga aspek keselamatan dalam pengoperasian alat.
Dosen pembimbing, Heri Tri Irawan, mengapresiasi dedikasi mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang dinilai memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
"Inovasi Phyrotech membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UTU tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu teknik dan manajemen lingkungan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kami berharap alat ini dapat terus dikembangkan hingga skala yang lebih besar," katanya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam melahirkan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik yang hingga kini masih menjadi persoalan di berbagai daerah.
Ke depan, tim pengembang berencana melakukan penyempurnaan terhadap sistem penyaringan hasil pirolisis dan meningkatkan efisiensi energi alat agar bahan bakar alternatif yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik serta dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Melalui pengembangan Phyrotech, Universitas Teuku Umar diharapkan terus melahirkan inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan, pengembangan teknologi tepat guna, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....