Sigap Air, Inovasi Pengelolaan Air Terpadu menuju Desa Tangguh Bencana
- 11 Agt 2026 22:27 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Program Sigap Air menjadi salah satu inovasi pengelolaan air terpadu yang dikembangkan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teuku Umar (UTU) untuk mendukung terwujudnya desa tangguh bencana. Program tersebut dibahas dalam dialog interaktif Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh bersama narasumber Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM selaku Dosen Teknik Sipil sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa Teknik Sipil UTU, Fahri Dwi Alfi dan Romi Agustin. Dialog dipandu oleh host Daffa Ismail.
Ir. Cut Suciatina Silvia menjelaskan bahwa program Sigap Air lahir dari kebutuhan masyarakat Desa Pasi Birah yang mengalami permasalahan kualitas air bersih pascabanjir. Melalui program tersebut, mahasiswa melakukan pendampingan dan penerapan sistem pengelolaan air yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal serta teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. “Program ini bertujuan membangun sistem pengelolaan air desa secara terpadu dan berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki akses terhadap air bersih yang lebih layak,” ujarnya.
Mahasiswa Teknik Sipil UTU, Fahri Dwi Alfi, menjelaskan bahwa sistem filtrasi yang dikembangkan memanfaatkan berbagai material lokal seperti kapas, ijuk, spons, pasir silika, zeolit, arang batok kelapa, pasir halus, dan karang laut. Material tersebut disusun dalam sebuah pipa filtrasi untuk menyaring air sumur yang sebelumnya keruh menjadi lebih jernih dan layak digunakan sebagai kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain teknologi filtrasi, tim PPK Ormawa juga mengembangkan sistem panen air hujan, penanaman bambu sebagai bioengineering untuk mengurangi risiko erosi tebing sungai, penguatan kelembagaan desa, serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) guna memantau kualitas air secara real time. Menurut Fahri, berbagai inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir maupun kekeringan.
Sementara itu, Romi Agustin berharap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pasi Birah. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Senada dengan itu, Ir. Cut Suciatina Silvia berharap Sigap Air tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kualitas sumber daya air dan mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....