Invisible Day, Cara Sederhana Pulihkan Kesehatan Mental

  • 13 Nov 2025 15:15 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Di tengah rutinitas yang semakin padat dan derasnya arus informasi di media sosial, banyak anak muda kini mulai merasa overwhelmed atau kewalahan secara mental. Sebagai bentuk upaya menjaga keseimbangan diri, muncul dua pilihan sederhana namun bermakna, yaitu menjalani “Invisible Day” hari di mana seseorang tetap beraktivitas tetapi dengan kehadiran yang lebih tenang dan minim eksposur atau beristirahat sejenak dari media sosial untuk menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk dunia digital.

Perasaan seperti ditarik ke banyak arah sekaligus karena email, pesan, dan daftar tugas yang terus bertambah sudah jadi hal biasa. Tanpa disadari, semua itu bisa sangat menguras energi dan kesehatan mental. Bunyi tanda notifikasi yang tidak pernah berhenti pun bisa membuat kita merasa kewalahan, bahkan berujung pada burnout.

Di sinilah muncul sebuah konsep baru dalam dunia wellness: “hari tak terlihat.” Bukan berarti kita mengabaikan orang lain atau lari dari tanggung jawab. Sebaliknya, ini adalah waktu istirahat yang dirancang secara sadar untuk memberi ruang bagi tubuh dan pikiran kita agar tenang sejenak, tanpa tekanan dari dunia luar.

“Hari tak terlihat berarti benar-benar menghilang dari jaringan selama 24 jam dan tidak ada yang bisa menghubungimu. Kamu tidak merespons apa pun atau siapa pun. Kamu benar-benar menghilang selama sehari.” ujar terapis, pelatih, dan pendiri Mental Nesting Barbara Guimaraes, mengutip Real Simple.

Guimaraes mulai melakukannya beberapa tahun lalu. “Saya sadar bahwa saya selalu terhubung. Saya bangun dan langsung memeriksa ponsel, membawanya ke kamar mandi, dan menggulir sebelum tidur. Saya tidak tahu betapa lelahnya saya sampai saya berhenti.” Kata dia.

Konsep ini, menurut terapis Barbara Guimaraes, berarti “menghilang sepenuhnya selama 24 jam tanpa kontak dengan siapa pun.” Tujuannya adalah memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk reset dari stres dan kelelahan mental.

Tren “Invisible Day” kini mulai banyak dibicarakan di media sosial sebagai bentuk perawatan diri (self-care) modern. Banyak orang menyebut bahwa satu hari tanpa notifikasi, media sosial, atau tuntutan sosial bisa membuat mereka merasa lebih tenang dan kembali fokus pada hal-hal penting dalam hidup.

Para ahli mengingatkan, praktik ini sebaiknya dilakukan dengan penuh kesadaran dan bukan sebagai bentuk pelarian.

“Kamu tetap berharga, bahkan ketika kamu tidak terlihat,” pesan Guimaraes.

Dengan memberi jeda sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital, kita bisa kembali menemukan keseimbangan dan ketenangan dalam diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....