Juara Bintang Radio RRI Meulaboh Lahir dari Proses Panjang

  • 12 Sep 2026 15:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Gelar juara satu Bintang Radio RRI Meulaboh 2026 kategori putra dan putri menjadi bukti bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Fajar Abdi dan Izzaturrahmah sama-sama membawa pengalaman panjang dalam dunia tarik suara sebelum akhirnya berdiri sebagai juara dalam ajang tersebut.

Keduanya berbagi cerita dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh. Fajar Abdi yang meraih juara pertama kategori putra mengaku telah menekuni hobi bernyanyi sejak usia taman kanak-kanak. Bakat tersebut tumbuh dari lingkungan keluarga karena sang ibu juga merupakan seorang penyanyi.

Meski tidak mengikuti les vokal secara khusus, Fajar terus mengasah kemampuan secara autodidak melalui berbagai sumber, termasuk YouTube. Pengalamannya di dunia kompetisi juga bukan kali pertama. Ia mengaku telah mengikuti sejumlah kontes bernyanyi, bahkan pernah tampil dalam ajang di Malaysia ketika masih berstatus mahasiswa.

“Fajar sudah menunggu Bintang Radio sekitar tiga tahun,” demikian tergambar dari ceritanya dalam wawancara. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia belum dapat mengikuti ajang tersebut karena berbagai kendala, termasuk keterbatasan informasi mengenai pelaksanaan kompetisi.

Berbeda dengan Fajar, Izzaturrahmah justru baru pertama kali mengikuti Bintang Radio. Informasi mengenai audisi diperolehnya dari rekan di tempat kerja. Awalnya, Izzaturrahmah hanya ingin mencoba dan mencari pengalaman karena melihat banyak peserta lain memiliki kemampuan vokal yang kuat.

Namun pengalaman panjang di bidang seni membuat langkah pertamanya di Bintang Radio langsung berbuah manis. Izzaturrahmah diketahui memiliki latar belakang seni pertunjukan dan pernah mengikuti berbagai kegiatan serta audisi, termasuk tampil dalam ajang seriosa di Jawa Timur dan kegiatan seni lainnya.

Ia juga mengaku telah terbiasa bernyanyi sejak kecil. Sang ayah yang memiliki sanggar turut memperkenalkan dunia seni kepadanya. Dari lingkungan tersebut, kemampuan vokalnya terus berkembang hingga akhirnya ia memilih menekuni bidang seni pertunjukan di ISBI Aceh.

Kemenangan keduanya juga tidak terlepas dari pemilihan lagu yang sesuai dengan karakter suara. Fajar membawakan “Seharusnya Aku” karya Ishak Octavian serta lagu daerah “Dodoy Si Dodoy”. Sementara Izzaturrahmah memilih lagu “Aku Bukan Untukmu” dan “Si Patokaan”, dengan pertimbangan bahwa lagu-lagu tersebut telah familiar dan dikuasainya.

Fajar bahkan menghadapi tantangan tersendiri saat tampil sebagai peserta pertama. Ia sempat mengalami kendala teknis pada sound sehingga penampilannya harus dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan. Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan harapan untuk menjadi juara.

Namun hasil akhir berkata lain. Fajar justru dinobatkan sebagai juara pertama kategori putra. Sementara Izzaturrahmah yang tampil di bagian akhir harus menjaga stamina karena telah berada di lokasi sejak pagi untuk menyaksikan penampilan peserta lain.

Bagi keduanya, kemenangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian mengambil kesempatan harus dibarengi proses, latihan dan konsistensi. Mereka juga menilai dukungan dari keluarga, teman, serta pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju prestasi.

Kini, Fajar Abdi dan Izzaturrahmah tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat berikutnya di Banda Aceh. Keduanya berharap dapat membawa nama baik RRI Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat hingga ke tingkat nasional.

Pesan yang mereka bawa pun sederhana: kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Bagi Fajar dan Izzaturrahmah, terus mencoba, berlatih dan konsisten menjadi jalan untuk mengubah hobi menjadi prestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....