Belajar Bahasa Inggris Tak Harus Ribet, Mulai dari Aktivitas Harian

  • 13 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Belajar bahasa Inggris ternyata tidak harus dimulai dari hafalan grammar yang rumit atau membuka buku tebal. Aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari justru bisa menjadi cara efektif untuk membangun kebiasaan berbahasa Inggris.

Hal itu mengemuka dalam program English Corner Pro 2 RRI Meulaboh yang mengangkat tema “Daily Activities at Boarding School”. Program tersebut menghadirkan Nanda Aspuri, M.Pd., guru bahasa Inggris Ruhul Qurani, bersama dua siswi kelas XI.A, Dina Andriana dan Hanin Nasywa Syakira.

Nanda menjelaskan, salah satu kunci utama untuk menguasai bahasa Inggris adalah keberanian untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bahasa Inggris merupakan keterampilan yang membutuhkan praktik, bukan sekadar teori.

Ia mendorong pelajar untuk mulai menyebutkan benda maupun aktivitas yang mereka temui sehari-hari menggunakan bahasa Inggris. Misalnya, saat melihat botol, pelajar dapat langsung menyebut “bottle”, ketika berjalan dapat menggunakan kata “walk”, atau saat memegang sesuatu dengan mengatakan “I hold the bottle”.

Menurut Nanda, cara tersebut lebih efektif dibandingkan hanya menghafalkan puluhan kosakata setiap hari tanpa pernah menggunakannya dalam percakapan.

“English itu practical, not only theoretical,” ujar Nanda dalam program tersebut.

Ia juga menyarankan pelajar tidak terlalu takut melakukan kesalahan grammar ketika mulai berbicara. Kesalahan, menurutnya, merupakan bagian dari proses belajar selama tetap diikuti dengan upaya memperbaiki kemampuan.

Dalam pembelajaran daily activities, pelajar juga dapat memperkaya kosakata melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka. Di lingkungan sekolah berasrama, misalnya, aktivitas membaca Al-Qur'an dapat menggunakan kata “recite”, sementara aktivitas melamun dapat diungkapkan dengan istilah “daydreaming”.

Dina Andriana mengungkapkan, kebiasaan menggunakan bahasa Inggris di lingkungan asrama turut membantunya meningkatkan kemampuan berbicara. Di Ruhul Qurani, penggunaan bahasa juga dilakukan secara berkala melalui program bahasa yang membantu siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian.

Sementara itu, Hanin Nasywa Syakira mengatakan kemampuan berbicara bahasa Inggrisnya juga berkembang karena sejak kecil mendapat dukungan dari keluarga untuk menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi.

Nanda menambahkan, pelajar yang tidak memiliki lingkungan keluarga berbahasa Inggris tetap dapat berlatih secara mandiri. Salah satunya dengan berbicara kepada diri sendiri, menggunakan cermin sebagai lawan bicara, atau berlatih melalui film dan lagu berbahasa Inggris.

Ia menilai, membangun kebiasaan berbicara jauh lebih penting daripada menunggu sampai kemampuan grammar benar-benar sempurna.

Bagi Nanda, satu kosakata yang digunakan setiap hari akan lebih bermakna dibandingkan menghafalkan puluhan kosakata tetapi tidak pernah mengucapkannya. Karena itu, keberanian untuk mulai berbicara menjadi langkah penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Pada akhirnya, belajar bahasa Inggris dapat dimulai dari hal paling sederhana. Tidak harus menunggu kursus, lingkungan khusus, atau kemampuan grammar yang sempurna. Dengan mengenali aktivitas sehari-hari, menyebutkannya dalam bahasa Inggris, kemudian berani menggunakannya dalam percakapan, kemampuan berbahasa dapat berkembang secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....