Camat laut Aceh barat perkuat produk hasil perikanan

  • 13 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Camar Laut di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, memperkuat kapasitas pengolahan hasil perikanan melalui pelatihan inovasi produk, salah satunya pembuatan bakso ikan.

Kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Pelatihan Inovasi Produk Perikanan” tersebut dilaksanakan pada 8 September 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat pesisir.

Pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan bahan baku menjadi produk siap konsumsi. Anggota Poklahsar Camar Laut juga mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan bahan baku, kebersihan peralatan, higiene dan sanitasi, keamanan pangan, ketepatan proses produksi, serta pengendalian mutu.

Bakso ikan dipilih sebagai salah satu produk inovasi karena memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang praktis dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan baku perikanan secara langsung.

Ketua kegiatan, Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si., mengatakan pengembangan produk perikanan membutuhkan keterampilan yang tidak hanya berorientasi pada proses produksi, tetapi juga kemampuan menjaga kualitas dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen Program Studi Perikanan Universitas Teuku Umar, Muhammad Arif, S.Pi., M.Si., dan Yasrizal, M.Si., serta mahasiswa Sulaiman dan Siti Melda.

Pelaksanaan pelatihan turut diperkuat melalui kolaborasi dengan School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia. Kolaborasi akademik tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mendukung peningkatan keterampilan masyarakat di bidang pengolahan hasil perikanan.

Anggota Poklahsar Camar Laut terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan. Pola pelatihan praktik tersebut diharapkan membantu peserta memahami proses produksi secara menyeluruh sehingga dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Pengembangan produk juga dinilai penting bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar. Produk pangan yang praktis, aman, berkualitas, dan memiliki kemasan menarik menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk masyarakat.

Pelatihan ini juga menjadi kelanjutan dari pendampingan sebelumnya bersama Poklahsar Camar Laut yang berfokus pada optimalisasi nilai tambah ikan teri kecil melalui hilirisasi berbasis teknologi tepat guna pengeringan dan standardisasi produksi.

Dalam pendampingan sebelumnya, kelompok diperkenalkan dengan alat pengering ikan tipe kabinet berbahan bakar gas LPG yang dilengkapi pengatur suhu otomatis. Teknologi tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan proses pengeringan terhadap kondisi cuaca.

Selain teknologi pengeringan, pendampingan juga mencakup penyusunan standar operasional prosedur, penerapan higiene dan sanitasi, pengendalian mutu, pencatatan produksi, pengemasan, dan pelabelan.

Jika program sebelumnya memperkuat aspek teknologi dan standardisasi produksi, pelatihan kali ini memperluas kemampuan kelompok dalam melakukan diversifikasi dan inovasi produk.

Bakso ikan yang dihasilkan dalam pelatihan menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pengembangan produk baru, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga menjaga konsistensi mutu.

Peningkatan kapasitas masyarakat tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk selama pelatihan. Keberlanjutan program diharapkan terlihat dari kemampuan kelompok mengulangi proses produksi secara mandiri, mempertahankan mutu, melakukan evaluasi, serta mengembangkan produk sebagai bagian dari usaha bersama.

Melalui keterlibatan akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian Poklahsar Camar Laut sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi perikanan lokal.

Dari Suak Indrapuri, inovasi hasil perikanan terus didorong melalui pembelajaran, praktik, dan pendampingan. Penguatan keterampilan masyarakat diharapkan mampu mengubah hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung usaha pesisir yang berkelanjutan.

Judul: Pelatihan Inovasi Perkuat Usaha Perikanan Suak Indrapuri

Caption Foto: Anggota Poklahsar Camar Laut mengikuti pelatihan inovasi pengolahan produk perikanan berupa pembuatan bakso ikan di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, 8 September 2026.

Tags: RRI Meulaboh, Aceh Barat, Suak Indrapuri, Poklahsar Camar Laut, perikanan, bakso ikan, inovasi produk, Universitas Teuku Umar, pemberdayaan masyarakat, usaha pesisir

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....