Pelaku UMKM Binaan Bank Aceh Syariah Meulaboh Tinjau Produksi Ikan Asin
- 16 Apr 2026 17:49 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh Barat, binaan Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh meninjau langsung tempat produksi ikan asin di Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis, 16 April 2026. Peninjauan tersebut merupakan praktik langsung dari pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi kelompok pengolahan dan pemasaran produk perikanan.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, pada hari pertama eserta mendapatkan pelatihan di dalam ruangan secara teori dan secara digital. Pada hari kedua, peserta diajak praktik lapangan untuk melihat proses pengolahan produk perikanan secara langsung.
Kepala Seksi Pembiayaan Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh, Dedi Putra Adha, mengatakan pelatihan tersebut digelar bersama tim Grameen Replica Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat pesisir.
“Pada hari pertama, peserta menerima materi teori dan berbagi pengalaman usaha. Hari kedua, peserta kami ajak melihat langsung proses produksi di lapangan agar lebih memahami praktik pengolahan yang baik,” ujarnya.
Menurut Dedi, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk dan keamanan pangan, tetapi juga membuka akses layanan perbankan bagi pelaku usaha. Bahkan, pihaknya menurunkan tim khusus untuk membantu peserta membuka rekening tabungan bagi yang belum menjadi nasabah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin pelaku UMKM di Aceh Barat semakin berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun akses pembiayaan usaha,” katanya.
Selain materi usaha, peserta juga mendapat pembekalan terkait keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat dan pendampingan teknis pengemasan produk dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat.
Admin Kesehatan Ahli Madya Bidang PSDK Dinas Kesehatan Aceh Barat, Nefi Mosri, mengatakan pihaknya memberikan materi tentang sertifikasi keamanan pangan bagi produk olahan hasil perikanan.
Menurutnya, keamanan pangan menjadi hal penting agar produk yang dipasarkan aman dikonsumsi masyarakat dan tidak menimbulkan dampak kesehatan.
“Kami mengimbau para pelaku usaha agar menjamin keamanan pangan produk yang dipasarkan, khususnya di Aceh Barat, sehingga masyarakat terlindungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian pelaku usaha peserta pelatihan telah memiliki izin edar. Namun, sejumlah pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan modal dan peralatan produksi. Karena itu, pihaknya membuka peluang pendampingan lanjutan agar standar keamanan pangan dapat terus ditingkatkan.
Salah seorang pelaku UMKM pemilik merek Krap Krup, Junaidi, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Ia mendapat tambahan pengetahuan tentang higienitas pengolahan ikan, sanitasi produksi, hingga peluang pembiayaan usaha.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami belajar cara mengolah ikan secara bersih, menjaga kualitas produk, dan memahami akses pembiayaan usaha,” katanya.
Junaidi mengatakan produk ikan kering siap saji miliknya dipasarkan di kawasan Suak Ribee, Meulaboh. Ia mengaku bangga karena produknya pernah dibawa sebagai oleh-oleh hingga ke Prancis.
Sementara itu, salah satu nasabah Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh, Rosmanita, menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut dan memberikan kesempatan untuk dirinya mengukuti pelatiahan tersebut.
“Terima kasih kepada Bank Aceh yang telah mengadakan pelatihan ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu UMKM di Aceh Barat agar terus berkembang,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....